Gedung Baru RSJKO Kepri Beroperasi, Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa dan Ketergantungan Obat

Tujuh gedung baru RSJKO Kepri di Tanjunguban resmi beroperasi, menandai peningkatan signifikan layanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat di Kepulauan Riau. Simak detail penguatan fasilitas ini.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gedung Baru RSJKO Kepri Beroperasi, Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa dan Ketergantungan Obat
Tujuh gedung baru RSJKO Kepri di Tanjunguban resmi beroperasi, menandai peningkatan signifikan layanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat di Kepulauan Riau. Simak detail penguatan fasilitas ini. (AntaraNews)

Tujuh gedung layanan baru di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat Engku Haji Daud (RSJKO EHD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Tanjunguban, Kabupaten Bintan, kini telah resmi beroperasi. Peresmian ini menandai langkah maju signifikan dalam penguatan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Pengoperasian fasilitas baru ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad pada Jumat, disaksikan secara virtual oleh Sekretaris Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI Sunarto. Acara ini menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan jiwa.

Pembangunan gedung-gedung baru RSJKO Kepri ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional untuk penguatan layanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp54,39 miliar dari Dana Alokasi Khusus Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025.

Dengan beroperasinya tujuh gedung baru, RSJKO EHD Kepri kini memiliki kapasitas 295 tempat tidur, menjadikannya rumah sakit rujukan utama untuk pelayanan kesehatan jiwa di Provinsi Kepri. Peningkatan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan mental yang memadai.

Fasilitas yang dibangun meliputi Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) Umum & Jiwa, Gedung Penunjang, serta Gedung Rawat Inap Psikogeriatri untuk pria dan wanita. Selain itu, terdapat juga Gedung Rawat Inap dan Rehabilitasi Komorbiditas, Gedung Rawat Inap Anak/Remaja Laki-laki, Gedung Rawat Inap Remaja Perempuan, dan Gedung Rehabilitasi Psikososial.

Selain infrastruktur fisik, RSJKO EHD Kepri juga menerima delapan alat kesehatan utama dan lima prasarana pendukung yang modern. Sekretaris Ditjen Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Sunarto, mengapresiasi pembangunan serta pengadaan alat kesehatan yang tepat waktu dan tepat guna ini.

RSJKO EHD diproyeksikan menjadi rumah sakit unggulan dalam layanan kesehatan jiwa dan ketergantungan obat, sejalan dengan regulasi baru yang mengarahkan seluruh rumah sakit menjadi rumah sakit umum dengan layanan unggulan. Harapan ini menunjukkan visi jangka panjang untuk penguatan sektor kesehatan mental.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan bahwa peningkatan kesehatan jiwa merupakan agenda mendesak di tengah tekanan sosial, ekonomi, dan disrupsi digital yang semakin kompleks. RSJKO Kepri diharapkan menjadi benteng bagi masyarakat dalam menghadapi meningkatnya gangguan psikologis.

Ansar menekankan bahwa tugas rumah sakit bukan hanya mengobati, tetapi juga memperkuat upaya preventif agar masyarakat terhindar dari tekanan mental dan perilaku berisiko. Pendekatan holistik ini penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh dan sehat secara mental.

Gubernur juga menyoroti tingginya kasus penyalahgunaan narkoba di Kepri dan berharap RSJKO EHD menjadi garda depan dalam rehabilitasi ketergantungan obat. Ini menunjukkan peran ganda RSJKO Kepri dalam menangani masalah kesehatan jiwa dan sosial.

Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen memperkuat upaya pencegahan narkoba, literasi kesehatan mental, serta penguatan layanan dan edukasi bagi generasi muda. Kesehatan masyarakat tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental, dan perlindungan generasi muda dari narkoba menjadi prioritas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi