Gasak Jam Tangan Mewah Seharga Rp 4,5 M di Bali, Teguh Uji Ditembak Polisi

Selasa, 29 Januari 2019 20:00 Reporter : Moh. Kadafi
Gasak Jam Tangan Mewah Seharga Rp 4,5 M di Bali, Teguh Uji Ditembak Polisi Tersangka Pencurian Jam Tangan Mewah. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Kepolisian Polresta Denpasar membekuk tersangka Teguh Uji (38) yang berasal dari Kelurahan Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Tersangka Teguh Uji ini, diringkus oleh kepolisian karena melakukan tindakan aksi Pencurian dan Pemberatan (Curat) di sebuah rumah milik korban Anthony Sinaga (44) yang berlokasi di Jalan Karang Sari V, Nomor 23, Banjar Robokan, Desa Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat, pada tanggal 30 Desember, tahun 2018 lalu.

Kronologisnya, saat itu sekitar pukul 11.00 Wita, korban dan keluarga meninggalkan rumah untuk pergi belanja ke Mall Bali Galeria. Kemudian, sekitar pukul 22.00 Wita korban pulang dan setelah sampai di rumah mendapati pintu gerbang sudah tidak terkunci yang semulanya pintu gerbang tersebut di kunci.

Saat korban masuk ke dalam rumah, melihat pintu utama sudah terbuka dalam keadaan rusak kemudian masuk ke dalam kamar melihat isi rumah dalam keadaan acak-acakan dan beberapa barang sudah hilang. Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkannya ke Mapolsek Denpasar Barat.

Laporan tersebut langsung ditindak lanjuti oleh kepolisian dan melakukan penyelidikan. Sehingga, mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Selanjutnya, pada Kamis (17/1) sekira pukul 15.00 Wita, tersangka Teguh Uji diringkus di pinggir Jalan yang baru keluar dari Bank BRI di wilayah Pontianak dan mengakui melakukan aksi tersebut bersama dua rekannya bernama Fakhur Rohman dan yang berinisial WO yang kini masih menjadi DPO.

Kemudian, pihak kepolisian langsung membawa tersangka ke rumahnya di Demak, Jawa Tengah, dan dilakukan penggeledahan dan di dapat beberapa barang bukti korban di dalam rumahnya. Dari pengakuan tersangka Teguh Uji, mengakui bahwa kedua temanya tersebut berada di Semarang, Jawa Tengah. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap keberadaan tersangka Fatkhur Rohman dan diketahui bahwa tersangka telah ditahan oleh penyidik Polres Demak dalam perkara yang sama. Namun tersangka WO sampai saat ini belum tertangkap dan telah diterbitkan DPO.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan menyampaikan, untuk modusnya tersangka ini memasuki rumah dengan cara mencongkel pintu gerbang rumah dan masuk ke dalam rumah dan mengambil brangkas.

Kemudian, di dalam brangkas tersebut, terdiri dari perhiasan emas, uang, dan surat-surat penting dan ada jam tangan merek Roger Dubuis P/02880890, Horloger Genevois 123456 3 BAR yang seharga Rp 4,5 miliar. Total korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 5.000.000.000.

"Tersangka ini, melakukan tidak sendiri bersama dua orang temanya, yakni Fatkhur Rohman yang sudah di tahan di Demak dengan kasus yang sama di wilayah Jawa Tengah, dan yang satu tersangka kita masih melakukan pengejaran atas nama WO," ujarnya, di Mapolresta Denpasar, Selasa (29/1).

Menurut Kapolresta, tersangka ini adalah komplotan Curat antar Provinsi. Saat tersangka Teguh Uji ditangkap malah melakukan perlawanan, sehingga pihak kepolisian memberikan tindakan tegas dengan menembak betis kirinya.

"Untuk barang bukti masih belum sempat dijual, dan dia sengaja ke Pontianak untuk menghilangkan jejak," jelasnya.

"Terhadap perbuatannya tersebut tersangka ini telah melakukan perbuatan hukum pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 Ayat 1 ke 4 dan 5 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 KUHP. Dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," ujar Kapolresta Denpasar.

Sementara untuk barang bukti yang diamankan, sebuah tas putih merk Hana berisi mata uang US sebanyak 4.000, uang di dalam laci berupa, mata uang Euro 300, US 200, mata uang dollar Singapura 250, 1 buah Safe Deposit Box yang berisi perhiasan emas seharga Rp 125.000.000, surat-surat penting dan 1 buah jam tangan mewah merk Roger Dubuis P/02880890, Horloger Genevois 123456 3 BAR yang seharga Rp 4,5 miliar.

Baca juga:
Apes, Maling di Samarinda Dihajar Massa Gara-gara Jual Berlian ke Kakak Korban
Kecanduan 'Mobile Legends', Bapak Anak Satu Curi 10 Ponsel
Congkel Pintu Belakang, Maling Gondol 270 Gram Emas Batangan Milik Warga Bangka
Gunowo Curi Sapi Mertua untuk Bayar Utang dan Mabuk-Mabukan
Dua Wanita di Samarindra Tipu Pengemudi Taksi Online dan Curi Motor Warga
Butuh Uang Buat Main Game Online, 3 ABG di Samarinda Gasak 14 HP

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Denpasar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini