Gajian Cuma Rp900 Ribu per Bulan, Sekuriti di Bangkalan Bersama Istri Naik Haji

Rabu, 10 Juli 2019 09:55 Reporter : Liputan6.com
Gajian Cuma Rp900 Ribu per Bulan, Sekuriti di Bangkalan Bersama Istri Naik Haji Sekuriti di Bangkalan naik haji (kanan). ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Naik haji bukan sekadar urusan duit. Untuk bisa menjejakkan kaki ke Tanah Suci juga perlu keyakinan, sisanya adalah tawakal. Semangat Mansur, seorang satpam perumahan di Kabupaten Bangkalan contohnya.

Bergaji Rp900 ribu sebulan, warga Kampung Kejawanan, Kecamatan Socah ini nekat mendaftar haji tahun 2011. Tak sendiri, Mansur juga mendaftarkan istrinya.

Tiap kali terima gajian dari pengelola Perumahan Griya Abadi, uang itu langsung disimpan ke tabungan naik haji. Untuk kebutuhan dapur, bayaran sekolah juga aneka kebutuhan hidup lain keluarga ini bergantung dari hasil jualan jamu tradisional yang ditekuni istrinya sejak lama.

Jika semua kebutuhan primer itu tercukupi dan masih ada uang lebih dari penjualan jamu. Tanpa pikir panjang Mansur langsung menabungnya.

"Waktu mendaftar, setorannya per orang Rp25 juta," kenang Mansur.

Konsistensi pasutri ini berbuah manis. Delapan tahun kemudian, mereka bisa melunasi seluruh biaya perjalanan haji yang ditetapkan Rp36,5 juta per orang.

"Kalau gak nabung, mau dapat uang dari mana," ungkap Mansur.

KH Ali Cholil, seorang kiai termasyur punya tips ciamik bagaimana caranya menabung haji. Dia menyarankan orang-orang yang ingin naik haji untuk menabung dalam kaleng bekas.

Sebelum meletakkan uang dalam kaleng, pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini mengatakan, uang itu diniatkan sebagai tabungan haji. Tak ada nominal khusus di tabungan pembuka itu alias bisa berapa saja.

Tentu tak sekadar niat saja. Kiai Ali juga menyampaikan syarat lain. "Apa pun yang terjadi, apa pun kebutuhan yang datang, jangan pakai uang tabungan haji. Anggap tabungan itu tak pernah ada," katanya.

Menurut dia, menabung haji memang penuh godaan dan cobaan, selalu saja ada kebutuhan mendesak. Bila berhasil melewati semua cobaan itu, tabungan dalam kaleng yang sedikit itu akan 'memanggil teman-temannya' hingga cukup buat ongkos naik haji.

Godaan itu pula juga dialami Mansur. Selalu muncul situasi mendesak yang membutuhkan uang banyak dan jumlah tabungan haji cukup menutupi kebutuhan itu. Namun, Mansur selalu menepis keinginan memakai uang tabungan haji dan mencari jalan lain untuk menutupinya.

"Alhamdulillah, saya dan istri, bisa berangkat tahun ini, minta doanya semoga menjadi haji mabrur," kata dia. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Haji 2019
  2. Haji
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini