FOTO: Suasana Terkini Dapur MBG Kalibata yang Berhenti Beroperasi Imbas Belum Dibayar Hampir Rp1 Miliar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memastikan masalah tersebut sudah terselesaikan dan mitra dapur MBG tersebut akan kembali beroperasi.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Suasana Terkini Dapur MBG Kalibata yang Berhenti Beroperasi Imbas Belum Dibayar Hampir Rp1 Miliar
Pekerja membersihkan dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kalibata, Jakarta, Rabu (16/4/2025). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan mitra SPPG di Kalibata, Jakarta Selatan akan beroperasi kembali. Dapur tersebut sebelumnya berhenti beroperasi akibat dugaan kasus penggelapan dana oleh Yayasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial MBN. (©Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana angkat bicara soal mitra dapur makanan bergizi gratis (MBG) di Kalibata, Jakarta Selatan yang belum mendapatkan haknya dari Yayasan MBN. Bahkan, total kerugian yang ditanggung pihak mitra dapur MBG ini hampir mencapai Rp1 miliar.

Dadan mengatakan bahwa masalah ini merupakan urusan internal mitra dapur MBG. Namun, dia memastikan masalah tersebut sudah terselesaikan.

"Masalah internal mitra. Sudah selesai," kata Dadan saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (16/4).

Dia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana penyelesaian masalah tersebut. Dadan mengatakan mitra dapur MBG di Kalibata tersebut akan kembali beroperasi mulai Kamis, 17 April 2025.

"Besok jalan lagi. Insya Allah (besok kembali beroperasi)," ujar Dadan.

Sebelumnya, program MBG tersandung masalah. Kali ini, salah satu mitra dapur makanan bergizi gratis yang berlokasi di Kalibata Jakarta Selatan mengaku belum mendapatkan haknya dari Yayasan MBN.

Hal itu disampaikan Danna Harly selaku kuasa hukum dari Ira Mesra Destiawati pemilik dari dapur makanan bergizi.

"Klien kami tidak mendapatkan dana sepeser pun atas kerja sama yang dilakukan. Kami mendesak Yayasan MBN untuk segera mambayarkan hak mitra dapur Kalibata yang didzolimi," kata Harly saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (16/4).

Harly menjelaskan, kliennya bekerja sama dengan pihak Yayasan MBN dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak bulan Februari-Maret 2025 dan sudah memasak kurang lebih 65.025 porsi MBG yang terbagi dalam 2 tahap (Februari dan Maret).

"Total kerugian sejauh ini sejauh ini Rp975.375.000, itu baru dua tahap makanya kita sekarang coba ngomong ke media, coba ngomong ke masyarakat supaya pemerintah aware, baru dua tahap saja sudah seperti ini berarti sudah harus ada pembetulan-pembetulan dalam pelaksanaan MBG supaya ke depannya tidak lagi seperti ini," tutur Harly.

Rekomendasi