Firman Wijaya sebut SBY halangi proses pengadilan korupsi e-KTP

Kamis, 8 Februari 2018 17:20 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Firman Wijaya sebut SBY halangi proses pengadilan korupsi e-KTP Firman Wijaya. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Kuasa hukum terdakwa korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto, Firman Wijaya menanggapi santai terkait laporan yang dilayangkan Presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim. Dia mengatakan, laporan yang dilakukan SBY mengganggu jalannya persidangan proyek e-KTP.

"Menurut saya, mengganggu jalannya proses peradilan itu. Itu ada pasalnya juga. Apa yang disebut dengan apa menghalang-halangi pencarian. Kalau orang sedang memperjuangkan keadilan kemudian diganggu. Ini saya rasa prinsip dengan kawan-kawan lintas profesi," kata Firman di Gedung Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/2).

Dia pun enggan merinci apakah akan melaporkan balik SBY. Firman mengakui akan mempertimbangkan hal tersebut.

"Ya nanti kita pertimbangkan. Banyak hal yang kita diskusikan. Tapi teman-teman dari profesi yang akan merumuskan sikap," kata Firman.

"Tapi sekali lagi peradilan pencari kebenaran pada kasus e-KTP. Karena ini proyek nasional maka kita harus konsen pada pengungkapan kasus ini," tegas Firman.

Diketahui sebelumnya, Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya melaporkan Firman Wijaya, kuasa hukum terdakwa korupsi KTP-el Setya Novanto ke Bareskrim Polri. SBY menilai pernyataan Firman yang mengaitkan dirinya dalam kasus korupsi e-KTP sebagai fitnah.

Laporan SBY terhadap Firman Wijaya teregistrasi di nomor LP/187/II/2018/Bareskrim, tanggal 6 Februari 2018. SBY menilai Firman melanggar Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP juncto Pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini