Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fenomena anak hipster Jakarta

Fenomena anak hipster Jakarta Hipster. ©istimewa

Merdeka.com - Beberapa bulan terakhir, Pasar Santa yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan menjadi tempat nongkrong anak-anak gaul Jakarta. Pasar yang awalnya kumuh itu kini disulap menjadi tempat yang gaul, dimana anak-anak muda 'hipster' Jakarta nongkrong di sana.

Istilah hipster mungkin tidak asing lagi. Tapi bagi sebagian orang istilah itu kurang familiar. Hipster adalah semacam bahasa gaul bagi mereka yang sering dianggap keren, juga mungkin dianggap aneh di lingkungan sekitar. Mereka memiliki hobi yang unik, anti mainstream, yang tidak sesuai dengan tren yang lagi ngehits.

Biasanya anak hipster ini memiliki hobi yang unik, seperti menggunakan fashion yang 'tidak biasa' namun tetap trendi, mengoleksi piringan hitam, dan memiliki tingkat percaya diri yang tinggi.

Para anak muda hipster biasanya tinggal di kota besar, berada dalam kelas ekonomi menengah dan menengah ke atas, tertarik dengan produk budaya yang bukan ‘mainstream’ seperti fashion, musik indie, film indie atau apapun asal nggak pasaran.

Namun, konon anak hipster ternyata tidak begitu suka disebut sebagai hipster. Alasannya, karena kata hipster itu sendiri kerap menjadi kata yang digunakan sebagai bentuk merendahkan dan untuk menggambarkan seseorang yang megah, terlalu trendi atau tak berguna.

Siapa-siapa saja yang termasuk anak hipster, merdeka.com pada tematik Sabtu hari ini (7/2) mengangkat apa-apa saja yang terkait dengan anak muda hipster, serta berbagai fenomena yang ada di dalamnya. Selamat membaca.

(mdk/war)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP