Fakta Unik Relawan Baguss Jatim: Ratusan Santri Bersihkan Sisa Kebakaran Gedung Grahadi Surabaya
Ratusan Relawan Baguss Jatim, terdiri dari santri dan pengasuh pesantren, sigap membersihkan sisa kebakaran Gedung Grahadi Surabaya. Mengapa mereka begitu peduli?
Ratusan relawan dari Barisan Gus dan Santri Jawa Timur (Baguss Jatim) menunjukkan kepedulian tinggi terhadap aset sejarah bangsa. Sebanyak 117 anggota Relawan Baguss Jatim pada Minggu, 7 September, bergotong royong membersihkan sisa kebakaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Aksi mulia ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga malam hari.
Insiden kebakaran yang menimpa Gedung Grahadi menyisakan kerusakan di beberapa area vital. Para relawan ini fokus membersihkan lima ruangan yang terdampak, termasuk ruang kerja pejabat tinggi dan area administrasi penting. Inisiatif ini lahir dari semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya.
Keterlibatan aktif para santri dan pengasuh pesantren ini bukan hanya sekadar membersihkan puing. Lebih dari itu, aksi ini menjadi simbol nyata wujud kecintaan pada Tanah Air serta cerminan akhlak mulia yang diajarkan dalam nilai-nilai pesantren. Mereka ingin memastikan gedung bersejarah ini segera pulih.
Detil Aksi Bersih-bersih Relawan Baguss Jatim di Grahadi
Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan Relawan Baguss Jatim ini menyasar beberapa titik krusial di Gedung Negara Grahadi. Ruangan yang menjadi fokus utama pembersihan antara lain ruang kerja Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, serta ruang Kabiro Umum Yanuar Rachmadi. Area ini membutuhkan penanganan khusus pasca kebakaran.
Selain itu, relawan juga membersihkan ruang protokoler, ruang Kabag Rumah Tangga, dan ruang staf yang juga terdampak. Tidak ketinggalan, gudang milik Biro Umum yang menyimpan berbagai aset penting turut dibersihkan dari sisa-sisa kebakaran. Upaya ini memastikan seluruh area terdampak dapat segera difungsikan kembali.
Gus Mohaimin, selaku Sekretaris Baguss Jatim, menjelaskan bahwa 117 relawan yang terlibat terdiri dari 17 pengasuh pondok pesantren yang juga pengurus Baguss. Sisanya adalah 100 santri putra dan putri yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, menunjukkan representasi luas dari komunitas pesantren.
"Kami mewakili hampir seluruh pesantren di Jawa Timur. Gedung bersejarah ini perlu dirawat dengan senang hati dan jiwa ksatria. Santri mencerminkan akhlak," ujar Gus Mohaimin, menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga warisan bangsa.
Wujud Kecintaan Tanah Air dan Dukungan Berbagai Pihak
Aksi bersih-bersih yang digagas oleh Relawan Baguss Jatim ini tidak hanya menunjukkan solidaritas, tetapi juga merupakan manifestasi dari kecintaan mendalam terhadap Tanah Air. Keterlibatan santri dalam pemulihan Gedung Grahadi menjadi bukti konkret dari nilai-nilai kebangsaan yang diajarkan di lingkungan pesantren.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, menunjukkan dukungan dari berbagai pihak. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur I Nyoman Gunadi, serta Ketua Baguss Jatim Gus Zakariah.
Dukungan juga datang dari Sekjen Baguss Pusat Gus Yusuf Hidayat dan Ketua Baguss Kabupaten Bojonegoro KH Hakim Rofiqi. Kehadiran mereka memberikan semangat tambahan bagi para relawan yang bekerja keras. Sinergi antara santri, pengasuh, dan pejabat pemerintah ini menjadi contoh kolaborasi positif.
Gus Mohaimin menambahkan bahwa meskipun banyak barang tertimbun, sebagian besar aset sejarah masih terlindungi berkat upaya cepat ini. "Besok pemeliharaan lanjutan dilakukan oleh Dinas PU Cipta Karya. Kami pastikan hari ini selesai agar aset-aset sejarah tetap terjaga," pungkasnya, menegaskan komitmen mereka.
Sumber: AntaraNews