Pemerintah Kabupaten Bandung mengambil langkah signifikan dengan mewajibkan program mengaji bagi seluruh siswa Sekolah Rakyat di wilayahnya. Kebijakan ini bertujuan utama untuk membentuk akhlak dan budi pekerti yang mulia pada generasi muda.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menjelaskan bahwa mayoritas siswa adalah umat Muslim, sehingga kegiatan mengaji menjadi esensial. Program ini dilaksanakan setiap maghrib dan bahkan setelah Shalat Subuh, diharapkan dapat menanamkan karakter positif.
Selain penguatan karakter, Sekolah Rakyat juga fokus mempersiapkan siswa agar siap terjun ke dunia kerja setelah lulus SMA. Kurikulum yang diterapkan setara dengan sekolah reguler, bahkan dilengkapi dengan persiapan karir.
Advertisement
Advertisement
Bupati Dadang Supriatna menegaskan pentingnya program wajib mengaji ini sebagai fondasi karakter. "Karena mayoritas di sini siswa siswinya umat Muslim, maka setiap maghrib ini mengaji. Bahkan setelah Shalat Subuh pun mengaji," ujarnya.
Inisiatif ini diharapkan dapat membentuk "karakter dan akhlakul karimah untuk anak-anak kita" di Kabupaten Bandung. Pendidikan agama menjadi pilar utama dalam pengembangan pribadi siswa di Sekolah Rakyat.
Tidak hanya aspek spiritual, Sekolah Rakyat juga memiliki misi ganda yaitu mempersiapkan siswa untuk masa depan profesional. Kurikulum yang digunakan disamakan dengan sekolah reguler, memastikan standar pendidikan yang tinggi.
Advertisement
"Tidak ada pengecualian dan bahkan ada lebihnya dan juga apabila sudah selesai sekolah SMA akan dipersiapkan untuk bisa langsung bekerja," tambah Bupati Dadang, menyoroti keunggulan program ini.
Advertisement
Program Sekolah Rakyat ini secara khusus ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin di Kabupaten Bandung. Sasaran utamanya adalah mereka yang belum mengenyam pendidikan atau terpaksa putus sekolah.
Bupati Dadang menjelaskan bahwa program ini diberikan kepada masyarakat yang masuk desil 1 dan 2, yaitu kategori keluarga paling membutuhkan. Segala kebutuhan siswa, mulai dari makanan hingga seragam, telah dipersiapkan.
Anggaran untuk kebutuhan sehari-hari siswa di Sekolah Rakyat ini sebagian besar berasal dari Kementerian Sosial. Hal ini menunjukkan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mendukung pendidikan.
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Bandung juga memberikan dukungan signifikan, salah satunya dengan menghibahkan lahan seluas delapan hektare di Kecamatan Ciwidey. Lahan ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas yang mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Advertisement
Pembangunan fasilitas sekolah yang lebih besar menjadi krusial mengingat sekolah perintis saat ini telah beroperasi. Sekolah tersebut telah menampung 150 siswa, yang terbagi dalam empat kelas.
Bupati Dadang Supriatna menekankan urgensi pembangunan ini untuk mengantisipasi lonjakan jumlah siswa di masa mendatang. "Kalau pembangunan tidak disiapkan tahun ini, maka pada tahun ajaran 2025/2026 jumlah siswa akan membludak," katanya.
Oleh karena itu, Bupati Dadang meminta Kepala Dinas PUTR dan satuan kerja terkait untuk segera mengawal percepatan pembangunan. Dukungan dari kementerian juga sangat diharapkan untuk kelancaran proyek ini.
Advertisement
Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkab Bandung dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Terutama bagi mereka yang selama ini terkendala oleh faktor ekonomi, program Sekolah Rakyat menjadi solusi nyata.
Sumber: AntaraNews