Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution telah menginstruksikan mitigasi sejak dini terhadap potensi bencana banjir bandang di destinasi wisata Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Instruksi ini disampaikan pada 27 September, menyusul rapat koordinasi kesiapsiagaan banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi basah secara virtual dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI Dwikorita Karnawati.
Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi agar tragedi serupa yang terjadi pada tahun 2003 tidak terulang kembali, terutama saat wilayah tersebut mengalami curah hujan tinggi. Kesiapsiagaan yang lebih tinggi menjadi fokus utama untuk melindungi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Sungai Bahorok dari dampak buruk bencana.
Bobby Nasution menekankan pentingnya kolaborasi antara Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan akademisi. Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman mitigasi awal, mengidentifikasi, dan mengantisipasi berbagai potensi bencana secara komprehensif.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Kesiapsiagaan dan Koordinasi Lintas Sektor
Dalam arahannya, Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa kesiapan adalah kunci utama dalam mengantisipasi bencana. "Kesiapan kita adalah mengantisipasi," ujarnya setelah rapat koordinasi yang berlangsung di Langkat.
Ia juga mendorong peningkatan kesiapsiagaan bencana bagi warga dan pelaku usaha di sekitar wisata Bahorok. Dengan pemahaman yang baik mengenai potensi bencana, diharapkan mereka dapat bertindak cepat dan tepat bila tanda-tanda bencana mulai muncul.
Bobby Nasution secara virtual sempat meminta masukan dari BMKG RI untuk langkah antisipasi agar tragedi bencana banjir bandang tahun 2003 tidak terulang kembali. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengadopsi rekomendasi ahli untuk perlindungan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Penyebab Banjir Bandang Bahorok: Gempa Tak Terasa dan Longsoran Tanah
Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa banjir bandang yang melanda destinasi wisata Bukit Lawang pada tahun 2003 dipicu oleh fenomena yang tidak biasa. Bencana tersebut disebabkan oleh gempa bumi yang tidak dirasakan oleh manusia, namun cukup kuat untuk menyebabkan pergeseran kontur tanah.
Longsoran ini terjadi di wilayah perbukitan Bukit Barisan, khususnya di sepanjang Sungai Bahorok, yang memiliki kontur tanah curam dan mudah bergerak. Material longsor berupa kayu yang tercabut hingga akarnya kemudian menumpuk dan membendung hulu sungai, menciptakan bendungan alami yang tidak stabil.
Saat puncak musim hujan tiba, volume air yang tinggi menjebol bendungan alami tersebut. Akibatnya, air, tanah, dan kayu meluncur deras, menerjang permukiman di pinggiran Sungai Bahorok. Dwikorita juga mengingatkan, "Perlunya kewaspadaan sebelum Desember, mengingat adanya potensi gempa bumi kecil yang tidak dirasakan oleh manusia."
Advertisement
Advertisement
Langkah Konkret Mitigasi dan Peringatan Dini
Untuk mencegah terulangnya bencana, BMKG merekomendasikan beberapa upaya mitigasi konkret. Pemerintah diminta untuk memonitor sungai dan bukit di sekitarnya secara berkala guna mendeteksi perubahan struktur tanah, seperti retakan atau tumpukan material yang membendung hulu sungai.
Upaya mitigasi lainnya adalah menghilangkan material yang menumpuk dan menutup sungai secara bertahap. Proses ini diharapkan dapat dilakukan bersama-sama oleh pemerintah provinsi dan kabupaten setempat untuk efektivitas maksimal.
Selain itu, BMKG juga akan berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat, mengingat curah hujan yang sangat tinggi. "BMKG juga akan berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat, mengingat curah hujan yang sangat tinggi," tutur Dwikorita.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Pemerintah Daerah dan Harapan Pembangunan
Bupati Langkat Syah Afandin menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian Gubernur Bobby Nasution terhadap destinasi wisata Bukit Lawang di Bahorok. Menurutnya, keseriusan Gubernur Sumut dalam pembangunan, termasuk perbaikan jalan dan antisipasi bencana, menjadi angin segar bagi masyarakat Langkat.
Perhatian dan tindakan nyata dari Gubernur Bobby Nasution ini memberikan harapan baru bagi pengembangan dan keamanan wilayah tersebut. Masyarakat Langkat berharap agar pembangunan dan upaya mitigasi terus dilakukan secara berkelanjutan.
"Kami atas nama masyarakat Langkat sangat bahagia atas perhatian Pak Gubernur yang terus membangun Langkat ini. Kami juga berharap terus dilakukan pembangunan di sini," kata Syah Afandin, menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews