Fakta Unik: Pasar Cipulir Punya Empat Pompa Raksasa 500 Liter/Detik, Tapi Kok Masih Banjir? Ini Biang Kerok Banjir Pasar Cipulir!

Meski dilengkapi empat pompa berkapasitas besar, Pasar Cipulir masih tergenang banjir. Cari tahu penyebab utama Banjir Pasar Cipulir dan harapan pedagang kepada Pemprov DKI Jakarta.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Pasar Cipulir Punya Empat Pompa Raksasa 500 Liter/Detik, Tapi Kok Masih Banjir? Ini Biang Kerok Banjir Pasar Cipulir!
Meski dilengkapi empat pompa berkapasitas besar, Pasar Cipulir masih tergenang banjir. Cari tahu penyebab utama Banjir Pasar Cipulir dan harapan pedagang kepada Pemprov DKI Jakarta. (Merdeka.com)

Pasar Cipulir, salah satu pusat perdagangan penting di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kini menghadapi masalah banjir yang mengkhawatirkan. Meskipun telah dilengkapi dengan sistem penanganan air yang canggih, genangan air masih kerap terjadi setiap kali hujan deras melanda kawasan tersebut. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan pedagang dan pengunjung.

Perumda Pasar Jaya selaku pengelola pasar telah mengerahkan berbagai upaya untuk mengatasi genangan di area dalam. Namun, banjir yang melanda Pasar Cipulir ternyata bukan berasal dari internal, melainkan dampak langsung dari proyek pembangunan saluran air milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang belum rampung. Proyek ini menjadi biang kerok utama masalah yang ada.

Menurut laporan, banjir ini telah berlangsung sejak November 2024, bertepatan dengan dimulainya pengerjaan dua proyek drainase di sekitar pasar. Akibatnya, air hujan dari luar mengalir masuk ke dalam area pasar karena kondisi tanah yang lebih rendah. Kondisi ini tentu saja merugikan lebih dari 2.800 pedagang yang beraktivitas di sana.

Untuk menanggulangi potensi banjir di area internal, Pasar Cipulir telah dibekali dengan infrastruktur yang memadai. Asisten Perawatan Area 10 Perumda Pasar Jaya, Aji Prasetyo, menjelaskan bahwa pasar ini memiliki empat unit mesin pompa air. Keempat pompa ini siap siaga untuk menguras genangan air yang mungkin terjadi.

Setiap mesin pompa tersebut memiliki kekuatan yang signifikan, mampu mengalirkan air sebanyak 500 liter per detik. Selain itu, Pasar Cipulir juga dilengkapi dengan turap sepanjang lebih dari 200 meter yang mengelilingi area pasar. Semua fasilitas ini dikerahkan secara optimal untuk penanganan air di dalam kawasan pasar.

Aji Prasetyo menegaskan, "Kita punya empat mesin pompa, jadi kalau ada banjir musiman ya enggak sampai lama." Pihaknya juga berkomitmen untuk segera menguras dan membersihkan area lantai dasar pasar begitu debit air mulai menurun. Upaya ini menunjukkan kesiapan pengelola dalam menjaga kenyamanan berbelanja.

Meskipun memiliki sistem penanganan internal yang kuat, Pasar Cipulir tetap tidak luput dari masalah banjir. Aji Prasetyo menjelaskan bahwa sumber banjir yang sebenarnya berasal dari luar area pasar, tepatnya dari jalanan yang sedang dalam proses pembangunan. Proyek ini dikelola oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

"Yang harus ditangani adalah banjir yang terjadi di jalan sehingga tidak masuk ke dalam," ucap Aji, menyoroti akar permasalahan. Banjir ini telah melanda sejak November 2024, bersamaan dengan dua proyek pembangunan saluran air SDA. Proyek tersebut berlokasi di depan persis Pasar Cipulir dan dari ITC Cipulir menuju Seskoal.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa saluran lama penahan banjir telah ditutup seiring dengan pengerjaan saluran baru. Akibatnya, tidak ada jalur pembuangan air yang memadai menuju kali. Kondisi ini diperparah karena air justru mengalir ke dalam pasar, mengingat elevasi tanah di dalam pasar lebih rendah dibandingkan jalanan. Ini menjadi penyebab utama Banjir Pasar Cipulir.

Dampak dari Banjir Pasar Cipulir ini sangat dirasakan oleh para pelaku usaha di sana. Dengan total lebih dari 2.800 pedagang yang beraktivitas, genangan air tentu saja mengganggu operasional dan berpotensi menimbulkan kerugian. Situasi ini telah berlangsung berulang kali, menciptakan ketidaknyamanan bagi semua pihak.

Perumda Pasar Jaya telah berulang kali melaporkan masalah banjir ini melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Tercatat sudah delapan kali laporan diajukan, dengan keterangan bahwa banjir telah terjadi sebanyak 10 kali di lokasi tersebut. Angka ini menunjukkan urgensi penanganan yang serius dari pihak berwenang.

Oleh karena itu, pengelola, pedagang, dan pengunjung Pasar Cipulir sangat berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera memberikan solusi terbaik. Mereka menginginkan agar banjir tidak lagi menggenangi pasar, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan normal tanpa hambatan. Solusi cepat dan tepat sangat dinantikan untuk mengatasi Banjir Pasar Cipulir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi