Fakta Unik: Lebih dari 50 Ribu Penonton, PSSI Komitmen Laga Timnas Hadir di Seluruh Indonesia!

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan PSSI Komitmen Laga Timnas akan digelar di berbagai daerah, termasuk Papua dan Kalimantan. Bagaimana respons atas kritik sebelumnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Lebih dari 50 Ribu Penonton, PSSI Komitmen Laga Timnas Hadir di Seluruh Indonesia!
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan PSSI Komitmen Laga Timnas akan digelar di berbagai daerah, termasuk Papua dan Kalimantan. Bagaimana respons atas kritik sebelumnya? (Merdeka.com)

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, baru-baru ini secara tegas menyatakan komitmennya. PSSI berencana untuk menghadirkan pertandingan tim nasional ke berbagai penjuru Indonesia, tidak hanya terpusat di satu kota. Ini termasuk wilayah-wilayah yang belum pernah menjadi tuan rumah laga timnas seperti Papua dan Kalimantan, menandai langkah strategis PSSI.

Pernyataan penting ini disampaikan Erick Thohir setelah suksesnya laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya. Ia hadir pada Jumat (5/9) malam usai pertandingan sengit antara Timnas Indonesia kontra Taiwan. Inisiatif ini muncul sebagai upaya nyata untuk meratakan antusiasme dan dukungan terhadap sepak bola nasional di seluruh pelosok negeri.

Langkah ini diambil sebagai respons positif terhadap animo masyarakat yang sangat tinggi di luar Jakarta. Erick Thohir melihat potensi besar dalam menyelenggarakan laga-laga penting di daerah. Hal ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak penggemar sepak bola dan mengembangkan potensi lokal.

Erick Thohir secara tegas menyatakan bahwa pertandingan tim nasional tidak akan lagi terpusat hanya di Jakarta. Ia menekankan pentingnya keberanian PSSI untuk membawa timnas ke seluruh pelosok negeri. Hal ini dilakukan demi pemerataan dukungan dan antusiasme yang merata di kalangan masyarakat pecinta sepak bola.

Sebagai bukti nyata dari potensi ini, Erick mencontohkan keberhasilan laga timnas U-17 di Sumatera Utara pada Piala Kemerdekaan 2025. Kompetisi yang berlangsung pada 12-18 Agustus ini berhasil menarik lebih dari 50 ribu penonton secara total. Angka tersebut menunjukkan potensi besar basis penggemar di luar ibu kota yang siap mendukung timnas.

Animo tinggi dari masyarakat di berbagai daerah ini dianggap Erick sebagai indikator kuat bahwa laga timnas Indonesia, termasuk kelompok usia, disambut sangat baik. Keberhasilan ini menjadi dasar pertimbangan PSSI untuk rencana ekspansi ke depan. Ini juga membuktikan bahwa dukungan tidak hanya terpusat di satu titik.

"Jadi, ke depan bukan tidak mungkin kami akan membawa timnas U-17 dan U-20 Indonesia ke Kalimantan dan Papua," tutur Erick Thohir, yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN. Pernyataan ini memperkuat komitmen PSSI untuk ekspansi laga timnas dan mendekatkan tim kepada penggemar.

Selain Sumatera Utara, Erick Thohir juga menyoroti kesuksesan pertandingan persahabatan FIFA Match Day di Surabaya. Laga yang digelar pada 5 dan 9 September 2025 ini, bersama Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 di Sidoarjo (3-9 September 2025), mampu menyedot antusiasme suporter. PSSI berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kelancaran dan dukungan penuh acara tersebut.

Sebelumnya, Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, sempat melontarkan kritik terkait keputusan PSSI. Ia berpendapat bahwa Jakarta, khususnya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), seharusnya menjadi markas utama timnas. Simon beralasan SUGBK selalu dipenuhi penonton, berbeda dengan daerah lain yang menurutnya tidak selalu terjual habis.

Simon Tahamata juga menyebut atmosfer masyarakat Jakarta terhadap pemain sangat mengagumkan, sehingga ia berharap timnas tidak bermain di tempat lain. Namun, data kehadiran penonton yang masif di Sumatera Utara dan antusiasme tinggi di Jawa Timur menunjukkan pandangan yang berbeda. Ini membuktikan bahwa dukungan terhadap timnas tersebar luas.

Komitmen PSSI untuk menyelenggarakan laga di seluruh Indonesia merupakan upaya untuk mendemokratisasi sepak bola dan menjangkau lebih banyak penggemar. Ini juga membuktikan bahwa dukungan terhadap timnas tidak hanya terpusat di satu wilayah. Keberhasilan penyelenggaraan di daerah menjadi bukti kuat bahwa antusiasme sepak bola merata di seluruh penjuru negeri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi