Fakta Unik Kitab Nashoihul Jailani: Khofifah Ajak Perangkat Daerah Rutin Gelar Kajian Kitab Nashoihul Jailani untuk Perkuat Karakter Spiritual

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak perangkat daerah Jatim rutin menggelar Kajian Kitab Nashoihul Jailani. Mengapa kitab ini penting untuk penguatan karakter spiritual?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Kitab Nashoihul Jailani: Khofifah Ajak Perangkat Daerah Rutin Gelar Kajian Kitab Nashoihul Jailani untuk Perkuat Karakter Spiritual
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak perangkat daerah Jatim rutin menggelar Kajian Kitab Nashoihul Jailani. Mengapa kitab ini penting untuk penguatan karakter spiritual? (Merdeka.com)

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini melontarkan sebuah inisiatif penting bagi jajaran perangkat daerah di lingkup pemerintahannya. Ia mengajak seluruh aparatur untuk secara rutin mengkaji Kitab Nashoihul Jailani, sebuah karya agung dari Syekh Abdul Qadir Jailani. Ajakan ini bertujuan mulia, yakni untuk memperkuat karakter spiritual dan etika para abdi negara.

Inisiatif ini disampaikan dalam rangkaian acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-11 almarhum suaminya, Dr. H. Indar Parawansa. Acara sakral tersebut diselenggarakan di kediaman pribadi Khofifah yang berlokasi di kawasan Jemursari, Surabaya. Kehadiran ulama kharismatik dunia, Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani, turut menambah kekhidmatan suasana.

Pemilihan lokasi acara di rumah pribadi Gubernur bukan tanpa alasan. Gedung Negara Grahadi, yang biasanya menjadi tempat acara besar, masih dalam proses pengamanan pasca-insiden kerusuhan dan pembakaran yang terjadi pada akhir Agustus lalu. Oleh karena itu, Khofifah memutuskan untuk mengundang perangkat daerah ke kediamannya demi kelancaran dan keamanan acara.

Pentingnya Penguatan Karakter Spiritual Aparatur Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah Indar Parawansa menegaskan urgensi penguatan karakter spiritual bagi seluruh perangkat daerah. Menurutnya, Kitab Nashoihul Jailani dapat menjadi pedoman esensial dalam membangun integritas dan akhlak mulia. Kajian rutin ini diharapkan mampu membimbing para pejabat dalam menjalankan tugas dengan landasan moral yang kokoh.

Syeikh Muhammad Fadhil Al-Jailani, cucu dari Syekh Abdul Qadir Jailani, memperkenalkan dua kitab penting dari kakeknya, yaitu Nahrul Qodiriyah dan Nashoihul Jailani. Kitab Nashoihul Jailani, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dinilai sangat relevan untuk konteks pemerintahan saat ini. Nasihat-nasihat di dalamnya dianggap mampu memandu perjalanan hidup dan tugas-tugas kenegaraan.

Gubernur Khofifah secara spesifik mengusulkan agar kajian Kitab Nashoihul Jailani dapat dilakukan sebulan sekali oleh perangkat daerah Pemprov Jatim. Ia bahkan berharap Wakil Gubernur dapat mengomandani pelaksanaan kajian ini. Harapan besar terletak pada dampak positif kajian ini terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik dan kejujuran dalam birokrasi.

Kandungan Kitab Nashoihul Jailani dan Visi Gubernur

Kitab Nashoihul Jailani merupakan kumpulan mutiara nasihat spiritual dan ajaran tasawuf yang berlandaskan pada akhlak baik. Khofifah menjelaskan bahwa kitab ini terdiri dari 31 bab yang secara komprehensif memuat nilai-nilai penting. Di dalamnya terkandung ajaran mengenai akhlak, ibadah, dan spiritualitas yang mendalam.

Lebih lanjut, kitab ini juga menyerukan pentingnya menjauhi sifat riya' atau pamer, serta menekankan nilai-nilai kesabaran dan tawakal kepada Tuhan. Ajaran-ajaran ini sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam konteks pekerjaan. Pemahaman mendalam terhadap isi kitab ini diharapkan dapat membentuk pribadi yang tulus dan berintegritas.

Visi Khofifah tidak berhenti pada perangkat pemerintah saja. Ia berharap kajian Kitab Nashoihul Jailani ini dapat menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas, termasuk pelajar dan masyarakat umum. Kitab ini diharapkan dapat menjadi pedoman moral yang universal. Tujuannya adalah untuk membangun kejujuran, ketulusan, dan integritas sosial di tengah masyarakat Jawa Timur.

Latar Belakang Acara dan Kehadiran Ulama Internasional

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul ke-11 Dr. H. Indar Parawansa menjadi momen istimewa bagi Gubernur Khofifah untuk menyampaikan inisiatifnya. Acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil, yang dipimpin oleh Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH Abdul Hamid Abdullah. Suasana khidmat sangat terasa sepanjang prosesi ini.

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an kemudian dilanjutkan oleh Qori MTQ Provinsi Jawa Timur 2023, Fathir Zulfiyan Alfi, yang menambah kekaguman hadirin. Kehadiran Syeikh Prof. Dr. Muhammad Fadhil Al-Jailani, seorang ulama kharismatik dunia, memberikan dimensi internasional pada acara tersebut. Beliau adalah sosok yang sangat dihormati dalam dunia Islam.

Dalam tausiyahnya, Syeikh Muhammad Fadhil Al-Jailani secara khusus memperkenalkan Kitab Nashoihul Jailani yang menjadi fokus perhatian Gubernur. Beliau menjelaskan relevansi dan kedalaman ajaran yang terkandung di dalamnya. Kehadiran beliau menjadi bukti komitmen Khofifah dalam menghadirkan pencerahan spiritual bagi jajaran pemerintah dan masyarakat luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi