Fakta Unik: Kenapa Mandalika Jadi Barometer Motorsport Asia Menurut Bos ARRC?

Ron Hogg dari ARRC tegaskan Pertamina Mandalika International Circuit adalah Mandalika Barometer Motorsport Asia, dengan pembalap Indonesia mendominasi. Ada apa lagi?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Kenapa Mandalika Jadi Barometer Motorsport Asia Menurut Bos ARRC?
Ron Hogg dari ARRC tegaskan Pertamina Mandalika International Circuit adalah Mandalika Barometer Motorsport Asia, dengan pembalap Indonesia mendominasi. Ada apa lagi? (Merdeka.com)

Ron Hogg, Promotions Director Two Wheels Motor Racing (TWMR), baru-baru ini menegaskan posisi penting Pertamina Mandalika International Circuit. Sirkuit ini disebut sebagai barometer motorsport regional, khususnya di kawasan Asia. Pernyataan ini disampaikan saat gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) pada 29-31 Agustus di Lombok Tengah.

Menurut Hogg, Indonesia memiliki peran krusial dalam ajang ARRC, bahkan menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai pusat perhatian dalam balap motor di Asia. Kualitas pembalap Indonesia yang terus meningkat turut memperkuat klaim tersebut.

Sejak era 1990-an, pembalap Indonesia dikenal sangat kuat dalam kompetisi ARRC. Perkembangan signifikan terlihat dari kemampuan mereka bersaing di kelas-kelas yang lebih tinggi. Ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana pembinaan talenta balap.

Kehadiran pembalap Indonesia selalu menjadi sorotan utama di setiap seri ARRC. Mereka secara konsisten menunjukkan performa luar biasa di berbagai kategori balap. Hal ini membuktikan bahwa pembinaan balap motor di Indonesia berjalan efektif.

Menjelang seri Mandalika, pembalap Indonesia bahkan memimpin klasemen sementara di tiga kategori utama. Ini termasuk kelas Underbone 150cc, Asia Production 250cc, dan Supersport 600cc. Pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan dominan di ARRC.

Perkembangan ini sangat positif, mengingat dulu pembalap Indonesia lebih fokus pada kelas-kelas kecil. Kini, mereka mampu bersaing di kelas 250cc hingga 600cc. Perubahan ini menandakan kemajuan pesat motorsport Indonesia.

Berikut adalah detail klasemen sementara pembalap Indonesia yang memimpin di ARRC:

  • Kelas Underbone 150cc: Husni Zainul Faudzy (Indonesia) dengan 138 poin.
  • Kelas Asia Production 250cc (AP250): Fadillah Arbi Aditama (Astra Honda Racing Team) dengan 104 poin.
  • Kelas Supersport 600cc: Mohammad Adenanta Putra (Astra Honda Racing Team) dengan 108 poin.

Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi arena balap semata. Sirkuit ini telah menjelma menjadi simbol kemajuan motorsport di Asia Tenggara. Keberadaannya menarik perhatian dunia balap internasional.

Ron Hogg secara eksplisit menyatakan bahwa Mandalika adalah barometer motorsport regional. Penyelenggaraan ARRC di sirkuit ini memperkuat status tersebut. Ini menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kapabilitas Indonesia dalam menggelar ajang balap berskala besar.

Optimisme terhadap balapan di Mandalika sangat tinggi, terutama setelah sesi latihan yang menjanjikan. Hogg yakin akan tersaji balapan yang menarik bagi para penggemar. Potensi Mandalika sebagai tuan rumah event motorsport global terus berkembang.

Ajang seperti ARRC di Mandalika juga berfungsi sebagai platform pengembangan talenta. Ini memberikan kesempatan bagi pembalap Asia untuk mengasah kemampuan mereka. Sirkuit ini menjadi panggung penting bagi masa depan balap motor di benua ini.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi