Geopark Global UNESCO Maros-Pangkep secara resmi meluncurkan dua komik edukatif yang memukau. Peluncuran ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan ilmu pengetahuan Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Inisiatif ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kesadaran akan pentingnya pelestarian potensi alam serta warisan budaya lokal.
Dua judul komik yang diluncurkan adalah "Cerita Rakyat Sulawesi" dan "Penemuan Ilmiah Sulawesi Selatan". Komik-komik ini dirancang sebagai media pembelajaran yang menarik dan mudah diakses. General Manager Geopark Maros-Pangkep, Dedy Irfan, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat edukasi dan konservasi di wilayah tersebut.
Acara peluncuran berlangsung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 6 September. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dua penulis asal Australia, Dr. Alena K. Kimbrough dan Daniel A. Becker, yang juga berperan sebagai ilustrator. Penerbitan komik ini merupakan bagian dari program hibah Indonesia Australia Institute, didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, yang berlangsung hingga tahun 2025.
Advertisement
Advertisement
Penerbitan komik edukatif ini bukan sekadar upaya menyediakan bacaan baru, melainkan diharapkan menjadi media atraksi budaya yang kuat, terutama di lingkungan sekolah. Dedy Irfan mengungkapkan harapannya agar cerita rakyat Sulawesi dapat kembali hidup dan membumi dalam bentuk pertunjukan budaya maupun melalui media komik. Inisiatif ini sejalan dengan fokus geopark pada konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Program hibah dari Indonesia Australia Institute ini telah berjalan selama setahun, menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mendukung pelestarian dan edukasi. Komik ini menjadi jembatan antara kekayaan ilmiah dan warisan budaya, disajikan dalam format yang menarik bagi pembaca dari berbagai usia. Tujuan utamanya adalah untuk memicu rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap lingkungan serta sejarah lokal.
Melalui komik ini, Geopark Maros-Pangkep berupaya menyajikan informasi kompleks dalam bentuk yang sederhana dan menyenangkan. Ini adalah pendekatan inovatif untuk memastikan bahwa pengetahuan tentang keanekaragaman hayati, geologi, dan cerita rakyat tidak hanya tersimpan dalam buku-buku tebal, tetapi juga dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas. Komik ini diharapkan mampu menjadi alat efektif dalam pendidikan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Komik edukatif ini hadir dalam dua format utama, masing-masing dengan fokus yang berbeda namun saling melengkapi. Pertama, versi ilmiah yang mengulas keanekaragaman hayati flora dan fauna endemik, serta geologi kawasan Geopark Maros-Pangkep, disajikan dengan bahasa populer yang mudah dipahami. Ini memastikan bahwa informasi ilmiah yang penting dapat diakses oleh siapa saja, tanpa mengurangi akurasi data.
Kedua, versi cerita rakyat menampilkan kisah-kisah lokal dari Maros dan Pangkep. Dari Maros, komik ini mengangkat legenda Toakala dan Bisu Daeng, yang ditulis ulang oleh Lory Hendra Jaya. Sementara itu, dari Pangkep, pembaca akan disuguhkan cerita Raja Lipan dari Pulau Marasende, karya Ir. Djajang Andi Abbas. Kedua versi ini bertujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan warisan lisan kepada generasi baru.
Salah seorang penulis, Dr. Alena K. Kimbrough, seorang ilmuwan paleoklimatologi, mengakui tantangan besar dalam menyusun komik ini. "tantangan dalam menyusun komik ini cukup berat karena harus memadatkan artikel yang panjang dari berbagai disiplin ilmu arkeologi, ekologi, hingga fauna endemik ke dalam format komik yang mudah dipahami," ujarnya. Daniel A. Becker, ilustrator, berencana mempresentasikan komik ini di Wollongong University, Australia, untuk berbagi pengalaman dengan akademisi dan kreator komik lainnya.
Advertisement
Advertisement
Hingga saat ini, sebanyak 500 eksemplar komik telah berhasil dibagikan di Kabupaten Maros dan Pangkep. Target distribusi keseluruhan adalah 1.000 eksemplar, dengan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan dan Dinas Perpustakaan Sulawesi Selatan. Distribusi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan komik dapat menjangkau sebanyak mungkin pembaca, terutama di kalangan pelajar.
Dukungan dari lembaga pendidikan dan perpustakaan sangat krusial dalam menyukseskan program ini. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara Geopark Maros-Pangkep dengan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan literasi dan kesadaran budaya. Dengan adanya komik ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai warisan alam serta budaya mereka.
Pengelola geopark dan para penulis komik memiliki harapan besar bahwa komik ini akan menjadi sarana pembelajaran lintas generasi. Mereka berharap komik tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga mendorong minat baca, memperkuat literasi budaya, dan pada akhirnya, memperkokoh identitas lokal Sulawesi Selatan di kancah global. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan yang lebih sadar akan lingkungan dan budaya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews