Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), terus berupaya menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui berbagai kegiatan budaya dan pariwisata. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah penyelenggaraan Festival Peresean pada malam hari di Alun-alun Tastura Praya. Kegiatan ini tidak hanya melestarikan tradisi lokal, tetapi juga terbukti efektif dalam menghidupkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri, menegaskan bahwa festival ini memiliki dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi warga. Menurutnya, semakin banyak kegiatan yang mengundang keramaian, semakin besar pula peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang dan meningkatkan pendapatan mereka. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menekan angka kemiskinan di wilayah tersebut.
Festival Peresean malam hari ini menjadi magnet bagi banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah. Kehadiran ribuan orang di Alun-alun Tastura Praya menciptakan ekosistem ekonomi yang dinamis, di mana para pedagang UMKM dapat menjajakan produk dan jasa mereka. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi komprehensif pemerintah daerah untuk memadukan pelestarian budaya dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Festival Peresean: Penggerak Ekonomi dan UMKM Lokal
Penyelenggaraan Festival Peresean di Alun-alun Tastura Praya secara khusus dirancang untuk memberikan dorongan ekonomi bagi masyarakat setempat. Bupati Lalu Pathul Bahri menyoroti bagaimana keramaian yang tercipta dari festival ini secara langsung meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM. "Banyak pedagang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Alun-alun Tastura Praya ini," ujar Lalu Pathul Bahri, menunjukkan betapa sentralnya peran UMKM dalam acara tersebut.
Kegiatan yang mengundang banyak warga dan keramaian ini secara efektif menggerakkan ekonomi UMKM. Bupati menambahkan, "Mengundang keramaian itu dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi UMKM." Pernyataan ini menggarisbawahi strategi pemerintah daerah untuk memanfaatkan acara budaya sebagai platform untuk pertumbuhan ekonomi. Selain itu, kebersihan dan fasilitas Alun-alun Tastura juga ditekankan sebagai faktor penting untuk kenyamanan pengunjung dan kelancaran perputaran ekonomi.
Selain Festival Peresean, Alun-alun Tastura juga menjadi lokasi untuk kegiatan lain seperti car free day (CFD) pada Minggu pagi dan car free night (CFN) pada malam hari di jalan Protokol Kota Praya. Semua kegiatan ini memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk meningkatkan pertumbuhan UMKM dan pada akhirnya, menurunkan angka kemiskinan di Lombok Tengah. Keberlanjutan acara semacam ini diharapkan dapat terus memberikan dampak positif.
Advertisement
Advertisement
Melestarikan Budaya dan Menurunkan Angka Kemiskinan
Festival Peresean bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga upaya penting dalam melestarikan budaya Suku Sasak yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Sungkul, menjelaskan bahwa Peresean malam hari bukanlah hal baru, melainkan tradisi yang telah ada sejak dulu, sering dilaksanakan di bawah sinar bulan. "Sehingga, kami gelar acara peresean ini pada malam hari," katanya, menegaskan akar sejarah tradisi ini.
Peresean sendiri adalah pertarungan tradisional antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Suku Sasak di Lombok dalam setiap kegiatan menyambut hari besar atau acara lainnya, menunjukkan nilai budaya yang mendalam. Festival ini diikuti oleh para pepadu dari berbagai wilayah di Pulau Lombok, termasuk Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram, memperkuat ikatan budaya antar daerah.
Bupati Lalu Pathul Bahri berharap agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait terus berinovasi dalam mengadakan berbagai kegiatan yang dapat mengundang keramaian. "Kegiatan seperti ini harus tetap dilakukan secara berkelanjutan untuk melestarikan budaya peresean dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegasnya. Komitmen ini selaras dengan pencapaian daerah dalam menurunkan angka kemiskinan. "Angka kemiskinan Lombok Tengah saat ini berkurang 13 ribu atau berada di posisi 10,68 persen," ungkap Bupati, menunjukkan hasil nyata dari berbagai program yang dijalankan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews