Fakta Unik: Banjarmasin Lebih Tua dari Jakarta! Pemkot Gelar Napak Tilas Sejarah Banjarmasin ke-499 Tahun

Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar napak tilas sejarah Banjarmasin ke-499 tahun, mengingatkan kembali akar sejarah dan peran penting Sultan Suriansyah. Apa saja pesan penting di baliknya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Banjarmasin Lebih Tua dari Jakarta! Pemkot Gelar Napak Tilas Sejarah Banjarmasin ke-499 Tahun
Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar napak tilas sejarah Banjarmasin ke-499 tahun, mengingatkan kembali akar sejarah dan peran penting Sultan Suriansyah. Apa saja pesan penting di baliknya? (Merdeka.com)

Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, baru-baru ini menggelar napak tilas sejarah yang menandai usia ke-499 kota tersebut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rombongan melakukan ziarah ke Makam Sultan Suriansyah di Kelurahan Kuin Utara, Banjarmasin Utara.

Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali akar sejarah kelahiran Kota Banjarmasin. Tanggal 24 September menjadi sakral karena pada hari itulah Sultan Suriansyah dinobatkan dan memeluk agama Islam pertama kali. Sejarah ini menegaskan peran krusial Kerajaan Banjar dalam fondasi berdirinya kota.

Prosesi ziarah tahun ini dilakukan dengan cara yang khas, yaitu rombongan wali kota dan pejabat menuju lokasi menggunakan speed boat menyusuri sungai. Hal ini menjadi simbol identitas Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai yang kaya akan budaya dan potensi wisata. Acara berlangsung khidmat dengan doa bersama, tabur bunga, dan kebersamaan warga.

Mengukuhkan Identitas dan Nilai Spiritual Masyarakat Banjar

Wali Kota H. Muhammad Yamin HR menegaskan bahwa napak tilas sejarah Banjarmasin ini memiliki makna mendalam. "Alhamdulillah, Banjarmasin berusia 499 tahun. Tanggal 24 September menjadi sakral karena di sinilah Sultan Suriansyah dinobatkan sekaligus mulai memeluk agama Islam. Sejarah ini menegaskan peran penting Kerajaan Banjar dalam berdirinya kota Banjarmasin," ujarnya. Ini adalah pengingat bahwa Banjarmasin kini berusia 499 tahun, dengan 24 September 1526 sebagai tanggal kelahiran yang bersejarah.

Ziarah bersama jajaran Forkopimda ini membawa dua pesan utama. Pertama, untuk meneguhkan identitas masyarakat Banjar yang memegang teguh nilai sejarah dan spiritual. Kedua, menumbuhkan tanggung jawab bersama dalam menjaga situs budaya, termasuk makam Sultan pertama Kerajaan Banjar.

Kondisi kompleks makam Sultan Suriansyah menjadi perhatian serius Pemkot Banjarmasin. Meskipun status pengelolaannya belum sepenuhnya diserahkan, Pemkot memastikan tempat ini dirawat dengan baik. Makam ini bukan hanya situs sejarah, tetapi juga berpotensi besar menjadi daya tarik wisata budaya yang penting bagi kota.

Banjarmasin, Kota Seribu Sungai yang Terus Dirawat

Prosesi ziarah yang unik dengan menggunakan speed boat menyusuri sungai merupakan representasi kuat identitas kota. Wali Kota Yamin menjelaskan bahwa langkah ini adalah simbol dari Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai. "Kami ingin menunjukkan bahwa sungai adalah identitas kita. Dengan naik speed boat, kita ingin mengingatkan warga bahwa sungai harus dijaga, dirawat, sekaligus dimanfaatkan sebagai pusat budaya dan destinasi wisata. Kota Seribu Sungai ini harus tetap indah dan nyaman," ucapnya. Ini menunjukkan bahwa sungai adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan budaya masyarakat.

Melalui perjalanan sungai ini, Pemkot ingin mengingatkan seluruh warga akan pentingnya menjaga dan merawat sungai. Sungai tidak hanya sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai pusat budaya dan destinasi wisata yang potensial. Keindahan dan kenyamanan Kota Seribu Sungai harus terus dipertahankan untuk generasi mendatang.

Acara napak tilas berlangsung khidmat dengan doa bersama dan tabur bunga, serta diikuti antusias oleh warga sekitar. Setelah prosesi utama, masyarakat dan pemerintah kota makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur. Penyerahan tali asih secara simbolis turut melengkapi kegiatan ini, mempererat hubungan antara pemerintah dan rakyat.

Jejak Sejarah Banjarmasin, Lebih Tua dari Jakarta

Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri, yang turut hadir, menambahkan perspektif menarik tentang usia kota. "Banjarmasin merupakan kota tua yang lebih dahulu berdiri satu tahun dibandingkan Jakarta," ujarnya. Ini menunjukkan betapa kayanya sejarah yang dimiliki oleh kota di Kalimantan Selatan ini.

Sebagai kota bersejarah dan juga kota perlawanan di masa penjajahan, para pejuang Banjarmasin harus terus dikenang. Rikval Fachruri menekankan bahwa sebagai generasi penerus, ada kewajiban untuk menjaga dan merawat kota ini. Tujuannya agar sejarah yang telah terukir tetap hidup dan menginspirasi dari generasi ke generasi.

Peran Kerajaan Banjar dan Sultan Suriansyah dalam membentuk identitas dan fondasi Banjarmasin sangatlah vital. Napak tilas sejarah Banjarmasin ini menjadi pengingat kolektif akan warisan berharga tersebut. Dengan demikian, semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap sejarah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi