Fakta Unik: Anggota DPRD NTB Inisiasi Komunitas Ojek Dompu, Janjikan SIM Gratis dan BPJS Kesehatan!

Anggota DPRD NTB, Akhdiansyah, menginisiasi pembentukan Komunitas Ojek Dompu untuk memberdayakan pekerja ojek, menjanjikan bantuan SIM C gratis dan BPJS Kesehatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik: Anggota DPRD NTB Inisiasi Komunitas Ojek Dompu, Janjikan SIM Gratis dan BPJS Kesehatan!
Anggota DPRD NTB, Akhdiansyah, menginisiasi pembentukan Komunitas Ojek Dompu untuk memberdayakan pekerja ojek, menjanjikan bantuan SIM C gratis dan BPJS Kesehatan. (AntaraNews)

Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Akhdiansyah, baru-baru ini menginisiasi pembentukan wadah organisasi bagi para pekerja ojek di Kabupaten Dompu. Inisiatif ini diwujudkan melalui komunitas Sahabat Ojek Dompu pada Minggu, 2 November 2025. Tujuannya adalah untuk memberdayakan serta memberikan perhatian lebih kepada sektor transportasi rakyat ini.

Akhdiansyah menekankan pentingnya keberadaan organisasi bagi para pekerja ojek sebagai bagian dari kekuatan ekonomi rakyat kecil. Selama ini, kelompok ini kerap kurang mendapat perhatian yang layak dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pembentukan wadah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret.

Dalam kegiatan bertajuk "Membantu Konsolidasi Pembentukan Komunitas Ojek Kabupaten Dompu", ia menyatakan komitmennya. Komitmen tersebut berupa bantuan biaya pembuatan SIM C dan pendaftaran BPJS Kesehatan bagi anggota komunitas. Sekitar 100 pengemudi ojek dari berbagai wilayah di Kabupaten Dompu turut hadir dalam acara tersebut.

Akhdiansyah berkomitmen memberikan bantuan biaya pembuatan SIM C bagi empat anggota komunitas setiap bulan. Program ini akan dimulai pada November 2025 dan berlanjut hingga seluruh anggota Sahabat Ojek Dompu memiliki surat izin mengemudi resmi. "Program tersebut menjadi rangkaian dukungan yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan dan profesionalitas pengemudi ojek," ujarnya. Inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi beban finansial para pengemudi.

Selain bantuan SIM, legislator asal Dapil VI (Bima, Dompu, Kota Bima) itu juga berkomitmen membantu biaya pendaftaran BPJS Kesehatan. Bantuan ini ditujukan bagi anggota komunitas untuk menjamin perlindungan sosial mereka. Ia juga akan mendampingi pembentukan wadah organisasi yang dapat menjadi sarana advokasi dan pemberdayaan ekonomi. Wadah ini penting untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Keberadaan organisasi ini dinilai krusial untuk para pekerja ojek. Organisasi dapat menjadi jembatan komunikasi antara pengemudi dengan pemerintah atau pihak terkait. Hal ini akan mempermudah penyampaian aspirasi dan pencarian solusi atas permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, kesejahteraan mereka dapat lebih terjamin.

Akhdiansyah menilai, keberadaan para pekerja ojek selama ini belum terorganisir dengan baik. Padahal, mereka memiliki peran vital dalam mendukung mobilitas masyarakat di Dompu. "Jumlah mereka hampir seribuan orang tersebar di seluruh kecamatan," ujarnya. Namun, mereka belum memiliki wadah yang memperjuangkan hak, keselamatan, dan peningkatan ekonomi.

Tantangan utama yang dihadapi pekerja ojek meliputi tidak adanya jaminan kerja dan minimnya perlindungan sosial. Selain itu, rendahnya pendapatan harian juga menjadi masalah serius yang kerap mereka alami. Kondisi ini membuat mereka rentan terhadap berbagai risiko pekerjaan. Oleh karena itu, dukungan nyata sangat dibutuhkan.

Melalui Komunitas Ojek Dompu, diharapkan lahir solidaritas baru di antara para pengemudi. Solidaritas ini bertujuan untuk memperjuangkan kesejahteraan dan meningkatkan daya tawar mereka di daerah tersebut. Dengan adanya wadah ini, mereka bisa memiliki suara yang lebih kuat. Ini adalah langkah maju bagi profesi ojek di Dompu.

Ketua Umum Sahabat Komunitas Ojek Dompu, Aldi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, inisiasi ini menjadi sejarah baru bagi para pengemudi ojek di Kabupaten Dompu. "Kegiatan semacam ini tidak pernah ada sebelumnya di Kabupaten Dompu dan luar biasanya ini diinisiasi langsung oleh beliau sendiri," ujarnya. Ini menunjukkan kepedulian yang besar dari anggota dewan.

Aldi menambahkan, selama ini para pengemudi selalu menghadapi berbagai kendala di lapangan. Kendala tersebut termasuk risiko kecelakaan kerja dan tantangan cuaca ekstrem, terutama saat musim hujan. Meskipun demikian, profesi ojek tetap diminati dan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat setempat. Mereka adalah tulang punggung transportasi.

Program Sahabat Ojek Dompu akan dijalankan secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah pemerintah daerah dan lembaga terkait lainnya. Tujuannya adalah agar program ini mampu memberikan manfaat langsung bagi para pekerja ojek. Mereka adalah tulang punggung transportasi rakyat di Dompu.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi