Fakta Unik Anak Gajah Sumatera Jermey di TNWK, Namanya Terinspirasi Dubes Inggris!

Anak Gajah Sumatera Jermey, bayi gajah jantan di TNWK, diberi nama oleh Menhut Raja Juli Antoni. Penasaran kenapa namanya terinspirasi dari Dubes Inggris dan bagaimana kondisinya kini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik Anak Gajah Sumatera Jermey di TNWK, Namanya Terinspirasi Dubes Inggris!
Anak Gajah Sumatera Jermey, bayi gajah jantan di TNWK, diberi nama oleh Menhut Raja Juli Antoni. Penasaran kenapa namanya terinspirasi dari Dubes Inggris dan bagaimana kondisinya kini? (Merdeka.com)

Kabar gembira datang dari Pusat Pelatihan Gajah Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, dengan kelahiran seekor anak gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang kini diberi nama Jermey. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni secara langsung mengumumkan nama bayi gajah jantan yang lahir pada 15 Agustus lalu tersebut.

Pemberian nama Jermey ini bukan tanpa alasan, melainkan terinspirasi dari nama Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghargaan atas komitmen bersama antara Indonesia dan Inggris dalam upaya menjaga ekosistem serta melaksanakan program konservasi satwa langka.

Kehadiran Gajah Sumatera Jermey ini menjadi simbol penting dalam upaya pelestarian spesies terancam punah. Kelahiran ini juga menunjukkan keberhasilan program penangkaran di TNWK yang terus berkomitmen terhadap keberlanjutan populasi gajah Sumatera di habitat alaminya.

Nama Gajah Sumatera Jermey yang disematkan oleh Menhut Raja Juli Antoni memiliki latar belakang yang unik dan mendalam. Nama ini diambil dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, sebagai gestur apresiasi atas kolaborasi erat antara kedua negara. Kolaborasi ini berfokus pada inisiatif perlindungan lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati.

Menhut Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa penamaan ini merupakan simbol dari komitmen kuat yang terjalin antara Indonesia dan Inggris. Kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam menjaga kelestarian ekosistem dan mendukung program-program konservasi yang berkelanjutan. Ini menunjukkan pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan lingkungan global.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral serta mendorong lebih banyak lagi inisiatif konservasi. Keberadaan Gajah Sumatera Jermey dengan nama yang bermakna ini diharapkan dapat menarik perhatian dunia terhadap pentingnya perlindungan satwa liar, khususnya gajah Sumatera yang statusnya terancam punah.

Dokter Hewan dan Koordinator Pusat Latihan Gajah (PLG) Taman Nasional Way Kambas, Diah Esti Anggraini, memberikan informasi terkini mengenai kondisi Gajah Sumatera Jermey. Saat lahir, Jermey memiliki berat badan 67,3 kilogram. Namun, hanya dalam waktu tiga hari, berat badannya sudah menunjukkan peningkatan signifikan mencapai 68 kilogram.

Pemeriksaan terakhir pada 21 Agustus menunjukkan bahwa berat badan Jermey terus naik hingga mencapai 71 kilogram. Kenaikan berat badan yang cepat ini menjadi indikasi positif bahwa bayi gajah jantan ini dalam kondisi kesehatan yang prima dan mendapatkan nutrisi yang cukup dari induknya. Tali pusatnya juga telah lepas dalam tiga hari, memungkinkan perawatan intensif oleh tim dokter hewan.

Meskipun kondisinya sehat, Gajah Sumatera Jermey masih membutuhkan banyak waktu istirahat. Oleh karena itu, pihak TNWK membatasi interaksi Jermey dengan pengunjung untuk memastikan kesehatannya tidak terganggu. Prioritas utama saat ini adalah memastikan Jermey tumbuh kembang dengan optimal dalam lingkungan yang tenang dan aman.

Gajah Sumatera Jermey adalah anak ketiga dari induk bernama Dita, yang dikenal sebagai salah satu gajah paling produktif di TNWK. Dita sebelumnya telah melahirkan dua anak gajah betina. Anak pertamanya bernama Queen, lahir pada tahun 2013, diikuti oleh anak kedua bernama Desti pada tahun 2019.

Kehadiran Jermey sebagai anak ketiga dan satu-satunya berjenis kelamin jantan menambah keunikan dalam keluarga Dita. Dita tidak hanya produktif, tetapi juga sangat terampil dalam mengurus anak-anaknya. Kemampuannya merawat anak-anaknya dengan baik berkontribusi besar pada kesehatan dan pertumbuhan optimal Jermey serta kedua kakaknya.

Kisah Dita dan anak-anaknya, termasuk Gajah Sumatera Jermey, menyoroti pentingnya program penangkaran yang sukses di TNWK. Produktivitas induk gajah seperti Dita sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan populasi gajah Sumatera, spesies yang sangat membutuhkan upaya konservasi serius.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi