Kepolisian Resor Bangka Barat berhasil mengungkap 13 kasus kejahatan dalam Operasi Tertib Menumbing yang berlangsung sejak 8 Oktober 2025. Operasi ini menargetkan berbagai tindak pidana yang meresahkan masyarakat di wilayah tersebut. Sebanyak 11 tersangka berhasil diringkus dalam upaya penegakan hukum ini.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha, menyatakan bahwa dari total kasus yang diungkap, empat di antaranya merupakan target operasi. Sisanya adalah kasus non-target operasi yang juga berhasil ditangani oleh jajaran kepolisian. Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam memberantas kejahatan.
Operasi ini secara khusus menyasar tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Kejahatan-kejahatan tersebut seringkali menimbulkan keresahan dan kerugian bagi warga. Penangkapan para pelaku diharapkan dapat menciptakan rasa aman yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Fokus Operasi dan Kasus Menonjol
Operasi Tertib Menumbing 2025 memfokuskan diri pada kejahatan konvensional yang sering terjadi di masyarakat. Mayoritas kasus yang berhasil diungkap adalah pencurian dan pencurian dengan pemberatan. Jenis kejahatan ini membutuhkan penanganan serius karena dampaknya langsung terasa oleh korban.
"Selama pelaksanaan Operasi Tertib Menumbing sebagian besar kasus yang kami tangani adalah pencurian dan pencurian dengan pemberatan," ujar Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha. Pernyataan ini menegaskan prioritas penindakan terhadap kejahatan properti yang meresahkan.
Salah satu kasus paling menonjol adalah pencurian telepon seluler yang dilakukan oleh seorang pria berinisial AS. Pelaku diketahui telah beraksi di tujuh lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Mentok. Keberadaan pelaku tunggal dengan banyak tempat kejadian perkara menunjukkan pola kejahatan yang terorganisir.
Advertisement
Selain pencurian telepon seluler, polisi juga menangani kasus pencurian kendaraan bermotor, tabung gas, serta uang tunai dari rumah dan kios warga. Barang-barang ini sering menjadi target karena nilai jualnya yang relatif tinggi atau mudah diuangkan. Penanganan kasus-kasus ini merupakan bagian integral dari Operasi Tertib Menumbing.
Advertisement
Pengungkapan Pembunuhan Berencana dan Pengembangan Kasus
Di luar kasus pencurian, Operasi Tertib Menumbing juga berhasil meringkus satu pelaku pembunuhan berencana. Pelaku bernama Lidya diringkus di Palembang, Sumatera Selatan, terkait kasus yang menewaskan warga Kelurahan Sungaidaeng, Mentok, sekitar setahun lalu. Penangkapan ini menunjukkan jangkauan operasi yang luas dan mendalam.
Dari hasil pemeriksaan, Lidya mengakui bahwa pembunuhan berencana tersebut dilakukan bersama dua orang lainnya, yaitu Tri Martin dan Sandra. Keduanya kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kepolisian. Motif dari kejahatan ini adalah penguasaan harta benda milik korban.
"Lidya diringkus tim di Palembang, Sumatera Selatan. Tindak pidana ini direncanakan beberapa hari sebelum pembunuhan, dengan tujuan menguasai harta benda milik korban," jelas Kapolres. Informasi ini memberikan gambaran jelas mengenai kronologi dan motif kejahatan yang terencana.
Advertisement
Sementara itu, kasus pencurian telepon seluler yang melibatkan AS masih terus dikembangkan oleh Satreskrim Polres Bangka Barat. Pengembangan ini bertujuan menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah barang curian. Masyarakat yang merasa kehilangan barang diminta segera melapor ke Mapolres Bangka Barat untuk pencocokan barang bukti.
Advertisement
Komitmen Polres dalam Menjaga Keamanan Wilayah
Keberhasilan Operasi Tertib Menumbing ini merupakan bukti nyata keseriusan Polres Bangka Barat dalam menjaga keamanan wilayah. Upaya penegakan hukum ini bertujuan menekan angka kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat. Pihak kepolisian terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi seluruh warga.
Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Operasi ini bukan sekadar razia rutin, melainkan bagian dari strategi yang lebih besar. Tujuannya adalah menekan kejahatan dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.
"Kami berkomitmen terus menghadirkan rasa aman bagi masyarakat, operasi ini bukan sekadar razia, tapi bagian dari upaya nyata untuk menekan kejahatan dan menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif," tegasnya. Penegasan ini memberikan jaminan kepada publik mengenai dedikasi kepolisian dalam menjalankan tugasnya.
Advertisement
Dengan adanya operasi semacam ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih terlindungi dari berbagai tindak kejahatan. Polres Bangka Barat akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan strategi. Hal ini untuk memastikan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban dapat berjalan optimal secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews