Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) menunjukkan komitmen kuatnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Sebanyak 387 eks penderita kusta di Kompleks Penderita Kusta Jongaya, Jalan Dangko, Kota Makassar, baru-baru ini menerima Bantuan Sosial Jaminan Hidup (JADUP).
Bantuan ini disalurkan langsung oleh Gubernur Sulsel melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sulawesi Selatan, menegaskan upaya pemerintah untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal. Program ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan juga sebuah inisiatif untuk menjaga martabat dan semangat hidup para penerima.
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abd Malik Faisal, menyatakan bahwa penyaluran bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban hidup sekaligus memotivasi eks penderita kusta agar tetap berdaya dan mandiri. Penyaluran dilakukan secara non-tunai per triwulan, memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Sulawesi Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh bantuan sosial disalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial Sulsel, Abd Malik Faisal, dalam keterangannya di Makassar.
Program Bantuan Sosial Jaminan Hidup (JADUP) ini merupakan wujud kepedulian Pemprov Sulsel dalam meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. Khususnya, program ini menyasar kelompok rentan dan penyandang disabilitas, termasuk para eks penderita kusta di Makassar.
Abd Malik Faisal menekankan bahwa bantuan ini lebih dari sekadar materi, melainkan juga upaya menjaga martabat dan semangat hidup warga. "Sesuai arahan dan petunjuk dari Bapak Gubernur, kami ingin memastikan tidak ada warga Sulawesi Selatan yang tertinggal," ujarnya, menyoroti pentingnya inklusivitas dalam program pemerintah.
Advertisement
Diharapkan, Bantuan Sosial Jaminan Hidup ini dapat meringankan beban hidup sekaligus memotivasi mereka untuk terus berkarya dan mandiri. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat yang berdaya dan sejahtera secara berkelanjutan.
Advertisement
Kegiatan pendampingan langsung dan monitoring dilakukan oleh petugas sosial guna memastikan penyaluran berjalan sesuai daftar yang telah diverifikasi. Dari total 400 penerima manfaat yang terdata, sebanyak 377 orang berhasil menerima bantuan, sementara 23 orang lainnya terverifikasi meninggal dunia.
Selain penyaluran bantuan secara non-tunai melalui rekening masing-masing penerima, petugas sosial juga memberikan bimbingan dan motivasi sosial. Hal ini bertujuan untuk memastikan penerima memahami penggunaan dana bantuan secara bijak dan produktif, sehingga manfaatnya dapat dirasakan optimal.
Program JADUP memiliki pagu anggaran sebesar Rp720 juta pada tahun ini, diperuntukkan bagi 400 penerima manfaat. Berikut adalah detail penting mengenai bantuan ini:
Advertisement
Penerima manfaat mengaku sangat terbantu dengan adanya program JADUP ini, yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sekaligus mendorong kemandirian ekonomi mereka. "Kami terus memperkuat kolaborasi agar bantuan sosial yang digagas oleh Bapak Gubernur benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan," ungkap Abd Malik Faisal.
Advertisement
Proses penyaluran Bantuan Sosial Jaminan Hidup ini berjalan lancar berkat koordinasi lintas sektor yang kuat. Pemerintah kelurahan dan tokoh masyarakat setempat turut berperan aktif dalam memastikan kelancaran dan ketepatan penyaluran bantuan.
Kolaborasi ini penting untuk mencapai tujuan program secara efektif dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak. Sinergi antara pemerintah provinsi, dinas terkait, dan elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan program sosial ini.
Selain Bantuan Sosial JADUP, sejumlah penerima manfaat juga memperoleh program sosial lainnya yang saling melengkapi. Ini termasuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dan Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Advertisement
Integrasi berbagai program ini menunjukkan pendekatan komprehensif pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Pendekatan multi-program ini diharapkan dapat memberikan jaring pengaman sosial yang lebih kuat bagi kelompok rentan.
Sumber: AntaraNews