Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Krusial untuk Perkembangan Timnas Indonesia

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan ajang FIFA Series 2026 krusial bagi perkembangan Timnas Indonesia di bawah pelatih baru, John Herdman, guna membangun tim tangguh dan siap bersaing di level dunia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Krusial untuk Perkembangan Timnas Indonesia
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan pentingnya FIFA Series 2026 bagi perkembangan Timnas Indonesia. Ajang ini diharapkan membentuk mental dan kualitas Garuda di kancah global. (AntaraNews)

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa ajang FIFA Series 2026 memiliki peran vital dalam memajukan Timnas Indonesia. Perkembangan ini akan berlangsung di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.

Indonesia telah ditunjuk FIFA sebagai tuan rumah FIFA Series 2025, menyambut tim dari Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts dan Nevis. Pertandingan persahabatan internasional ini dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada bulan Maret mendatang.

Menurut Erick, menghadapi tim dari berbagai konfederasi seperti Eropa, Oseania, dan Amerika memberikan variasi gaya bermain yang sangat penting. Hal ini krusial untuk mengasah mental dan kualitas teknis para pemain Timnas Indonesia.

Erick Thohir meyakini bahwa FIFA Series 2026 akan menjadi panggung penting untuk membentuk mental dan kualitas Timnas Indonesia. Turnamen ini merupakan kesempatan emas dalam membangun tim yang tangguh.

Pembentukan tim yang solid sangat dibutuhkan sebelum Tim Garuda menghadapi berbagai agenda padat di masa depan. Agenda tersebut meliputi ASEAN Cup, Piala Asia 2027, hingga Kualifikasi Piala Dunia 2030.

"Para pemain kita akan terbiasa secara mental dan kualitas teknis," ujar Erick, menyoroti manfaat langsung dari ajang ini. Ia menambahkan, "Ini adalah ujian, sekaligus peluang untuk membangun tim yang tangguh dan siap bersaing di level dunia."

Bulgaria, dengan peringkat FIFA 88 dunia, menjadi tim dengan ranking tertinggi yang akan dihadapi Indonesia. Negara Eropa ini memiliki sejarah panjang di Piala Dunia, termasuk meraih posisi keempat pada edisi 1994.

Indonesia sendiri berada di peringkat 122 dunia, unggul dari Kepulauan Solomon (peringkat 152) dan Saint Kitts dan Nevis (peringkat 155). Perbedaan peringkat ini menawarkan tantangan yang beragam bagi skuad Garuda.

FIFA Series 2026 akan melibatkan 48 tim nasional yang dibagi ke dalam 12 grup, masing-masing berisi empat tim. Ajang ini akan digelar pada jendela pertandingan internasional bulan Maret dan April.

Sebanyak 11 Asosiasi Anggota FIFA akan menjadi tuan rumah rangkaian ajang ini, dengan Rwanda menjadi tuan rumah dua grup. Inisiatif ini mencakup sembilan grup putra dan tiga grup putri, menunjukkan cakupan globalnya.

Turnamen FIFA Series, yang sebelumnya dikenal sebagai FIFA World Series, merupakan ajang dua tahunan yang baru diluncurkan. Edisi pertamanya telah sukses digelar pada tahun 2024.

Ajang ini dirancang untuk menghadirkan pertandingan persahabatan internasional antarnegara dari berbagai konfederasi. Tujuannya adalah memberikan pengalaman bermain yang beragam bagi setiap tim peserta.

Dengan 48 tim peserta, hampir seperempat komunitas sepak bola global akan ambil bagian dalam FIFA Series. Keterwakilan dari keenam konfederasi FIFA menegaskan sifat ajang ini sebagai event yang benar-benar berskala global.

Tuan rumah yang telah dikonfirmasi untuk grup putra termasuk Australia, Azerbaijan, Indonesia, Kazakhstan, Selandia Baru, Puerto Riko, Rwanda, dan Uzbekistan. Sementara itu, pertandingan untuk grup putri akan berlangsung di Brasil, Pantai Gading, dan Thailand.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi