Lari telah bertransformasi dari sekadar olahraga menjadi bagian integral dari gaya hidup modern. Fenomena ini menginspirasi ekshibisi foto "The Art of Fast" di Jakarta Selatan. Acara ini sukses menghadirkan lari sebagai medium seni yang menarik perhatian khalayak luas.
Digelar pada Sabtu dan Minggu, 14-15 Februari, ekshibisi ini menampilkan karya dua fotografer berbakat, Alif Ghifari dan Bill Satya. Mereka mengabadikan esensi berlari dari sudut pandang artistik yang unik. Pameran ini bertujuan untuk menjangkau kalangan yang lebih luas melalui lensa fotografi.
Melalui jepretan kamera, "The Art of Fast" mencoba mengungkapkan dimensi lain dari olahraga lari. Ekshibisi ini menyoroti keindahan gerakan, emosi atlet, dan energi komunitas. Berbagai aktivitas pendukung juga turut memeriahkan acara tersebut.
Advertisement
Advertisement
Mengabadikan Kecepatan dan Emosi dalam Lensa
Fotografer Alif Ghifari memilih Atjong Tio Purwanto, pemegang rekor nasional 3.000m steeplechase, sebagai inspirasi utamanya. Alif berhasil menangkap ekspresi dan ketegangan Atjong dengan pendekatan yang raw dan intuitif. Karyanya menyoroti sisi manusiawi para atlet lari.
Pengambilan gambar dilakukan di lokasi pelatihan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Tepatnya di Pengalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Alif mengabadikan momen-momen intens. Foto-fotonya mengungkapkan napas, keringat, dan ketegangan yang jarang terekspos.
Melalui lensa Alif, berlari dihadirkan sebagai sebuah aktivitas yang rentan dan penuh emosi. Setiap jepretan menceritakan perjuangan dan dedikasi seorang atlet. Karya-karya ini memberikan perspektif baru tentang olahraga lari.
Advertisement
Advertisement
Energi Urban dan Gerakan Komunitas Lari
Berbeda dengan Alif, Bill Satya fokus pada energi kota dan semangat komunitas dalam berlari. Ia mengabadikan gerakan kolektif dari adidas Runners Jakarta, sebuah komunitas lari besutan Adidas. Karyanya menangkap dinamika lari di tengah hiruk pikuk perkotaan.
Fokus utama foto-foto Bill adalah detail langkah kaki yang bergerak maju di tengah lalu lintas kota. Ia juga mengabadikan orang-orang yang menunggu di pinggir jalan dan ruang urban yang khas. Bangunan tinggi dan lampu lalu lintas menjadi latar belakang yang menarik.
Pameran foto ini merupakan kolaborasi antara Adidas Indonesia dan Adidas EVO SL, menampilkan perspektif berbeda. Bill berhasil menggambarkan bagaimana lari menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan kota. Karyanya menyoroti interaksi antara pelari dan lingkungan sekitarnya.
Advertisement
Advertisement
Ragam Aktivitas Seru di "The Art of Fast"
Selain pameran foto, ekshibisi "The Art of Fast" juga menawarkan berbagai keseruan lainnya. Acara ini menjadi wadah bagi komunitas lari untuk berkumpul dan berinteraksi. Pengunjung dapat merasakan pengalaman lari bersama.
Beberapa komunitas lari yang turut meramaikan acara ini antara lain Degen, OA Running, USS Running, Full Send, Minutes of Miles, dan Sweat & Smile Running Club. Mereka mengadakan lari bersama yang penuh semangat. Ini menciptakan atmosfer kebersamaan yang kuat.
Ada pula sesi Adizero EVO SL Customisation bersama seniman Muklay, yang memungkinkan peserta berkreasi. Pengunjung juga dapat menikmati free running photo session dengan @photographerikutmuter. Sesi ini memberikan kesempatan untuk mengabadikan momen lari mereka.
Advertisement
Talkshow inspiratif juga menjadi bagian penting dari acara ini. Talkshow "To be Fast: in mindset and in lifestyle change" menghadirkan dr. Maria B.Med.Sc, P.G.Dip.SEM, Sp.K.O dan Igor Saykoji. Sementara itu, "Marathon for Women" menampilkan Melanie Putria, Namira Adjani, dan Sarah Usman.
Sumber: AntaraNews