Data Kementerian Perhubungan tahun 2024 menunjukkan lebih dari 225 juta pergerakan masyarakat pada periode Nataru. Lonjakan tersebut berdampak langsung pada meningkatnya volume kendaraan dan aktivitas distribusi barang. Di sisi lain, data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri mencatat sebanyak 3.434 kecelakaan terjadi pada periode Nataru 2024–2025. Angka ini menjadi perhatian serius bagi pemangku kepentingan karena sebagian besar kecelakaan melibatkan pengemudi yang bekerja pada jam tinggi dan di medan berisiko.
Untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan para pengemudi khususnya di sektor logistik, Korlantas Polri bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Lalamove menggelar program Driver Academy. Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan keamanan kerja para pengemudi, khususnya di sektor logistik.
Salah satu pemateri utama dalam kegiatan Driver Academy, Korlantas Polri melalui AKBP Muhammad Bima Jauhari memberikan pemahaman mendalam mengenai pola kecelakaan pengemudi logistik roda dua maupun roda empat. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kelelahan, blind spot, hingga risiko Over Dimension Overload (ODOL) yang kerap menjadi pemicu kecelakaan di puncak arus mobilitas akhir tahun.
"Pada momen liburan akhir tahun, mobilitas meningkat tajam sehingga pengemudi, khususnya di sektor logistik, perlu lebih waspada terhadap faktor-faktor pemicu kecelakaan seperti kelelahan, blind spot, hingga kelebihan muatan. Kami mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan edukatif ini. Ke depan, kami berharap kerja sama dapat mencakup praktik langsung safety driving agar para pengemudi semakin terlatih," jelas AKBP Bima, Jumat (5/12/2025).
Advertisement
BPJS Ketenagakerjaan juga hadir memberikan materi mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pengemudi transportasi online dan logistik. Account Representative Khusus BPJS Ketenagakerjaan Grogol, Ade Novarina menyampaikan bahwa dari sekitar 2 juta pengemudi transportasi online di Indonesia, baru 15 persen yang terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. Edukasi mengenai manfaat perlindungan, proses pendaftaran, pembayaran, hingga klaim menjadi krusial untuk meningkatkan kesadaran para pengemudi terhadap risiko kerja yang mereka hadapi setiap hari.
"Perlindungan jaminan sosial sangat penting bagi pengemudi yang memiliki risiko kerja tinggi. Dengan memahami manfaatnya, diharapkan semakin banyak pengemudi yang terlindungi," ujarnya.
Advertisement
Program Driver Academy tahun ini diikuti 100 pengemudi, terdiri dari 50 pengemudi roda dua dan 50 pengemudi roda empat. Peserta difokuskan pada mereka yang memiliki intensitas kerja tinggi serta pengemudi yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk kolaborasi lintas lembaga untuk memastikan para pengemudi memiliki pengetahuan yang memadai mengenai keselamatan berkendara, keamanan kerja, serta perlindungan sosial.
Kegiatan Driver Academy kali ini juga didukung oleh platform logistik Lalamove sebagai bagian dari roadmap pemberdayaan mitra pengemudi mereka. Dengan tema 'Nge-Gas Cerdas di Liburan Akhir Tahun', Lalamove menegaskan komitmennya meningkatkan kompetensi mitra, mulai dari keselamatan berkendara, literasi digital, hingga pelatihan kewirausahaan.
Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B Prakoso, menyatakan bahwa keselamatan merupakan pilar penting bagi keberlangsungan para mitra pengemudi. Program edukasi ini diharapkan dapat membantu pengemudi bekerja secara aman, percaya diri, dan berkelanjutan di tengah meningkatnya permintaan layanan logistik pada libur akhir tahun.