Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Putri Kampus 1 di Mantingan, Ponorogo, Jawa Timur, baru-baru ini menjadi tuan rumah Festival Bahasa Arab dan Inggris. Acara akbar ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Gontor yang menarik perhatian banyak pihak. Ribuan santriwati, guru, serta tamu undangan dari berbagai pesantren putri di seluruh Indonesia turut memeriahkan gelaran tersebut.
Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, H.E. Mohamed Trabelsi, hadir secara langsung untuk memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PMDG. Beliau menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing, khususnya Arab dan Inggris, dalam menghadapi tantangan zaman. Festival ini menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan berbahasa para santriwati.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga penegasan peran bahasa sebagai jantung pendidikan pesantren modern. PMDG berkomitmen untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa santriwati demi membentuk generasi muslimah yang berwawasan global. Festival ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh peserta dan panitia.
Advertisement
Advertisement
Apresiasi Dubes Tunisia dan Urgensi Bahasa Global
Duta Besar Tunisia, H.E. Mohamed Trabelsi, menyampaikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan Festival Bahasa Arab dan Inggris di Gontor Putri. Beliau menyoroti peran krusial kedua bahasa tersebut dalam konteks pendidikan dan perkembangan dunia. Penguasaan bahasa menjadi jembatan penting untuk memahami berbagai aspek kehidupan.
Dalam sambutannya, Dubes Trabelsi secara tegas menyatakan, "Bahasa Inggris adalah bahasa teknologi dan ilmu pengetahuan modern, sedangkan bahasa Arab adalah bahasa Al-Qur'an. Keduanya harus dikuasai untuk menghadapi tantangan dunia." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi bagi para pelajar untuk menguasai bahasa-bahasa tersebut. Hal ini akan memungkinkan mereka memahami ajaran agama sekaligus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kehadiran Dubes Tunisia ini juga menjadi sinyal kuat dukungan internasional terhadap upaya Gontor dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Beliau mendoakan agar seluruh peserta dan panitia memperoleh keberkahan serta kesuksesan dari kegiatan Festival Bahasa Asing Gontor ini. Apresiasi ini memotivasi seluruh pihak yang terlibat.
Advertisement
Advertisement
Tanggung Jawab Bersama dalam Pembinaan Bahasa
Pimpinan PMDG, K.H. Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa pengembangan kemampuan bahasa adalah tanggung jawab kolektif dalam sistem pendidikan Islam. Beliau menekankan bahwa tantangan global menuntut pesantren untuk terus berinovasi. Pendidikan harus selaras dengan kebutuhan zaman yang terus berubah.
K.H. Hasan Abdullah Sahal menyatakan, "Kita semua bertanggung jawab atas pembinaan bahasa Arab dan Inggris serta pendidikan Islam. Tantangan global menuntut kita menata pendidikan untuk mengatur kehidupan sosial." Pernyataan ini menunjukkan visi PMDG dalam menyiapkan santriwati menghadapi masa depan. Pembinaan bahasa menjadi prioritas utama.
Pondok Gontor secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kurikulum yang relevan. Festival Bahasa Asing Gontor ini menjadi salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut. Tujuannya adalah untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa yang mumpuni.
Advertisement
Advertisement
Peresmian Laboratorium Bahasa dan Beragam Lomba Inovatif
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Tunisia bersama pimpinan PMDG meresmikan Laboratorium Bahasa baru. Fasilitas ini berlokasi di Gedung Saudi lantai dua Gontor Putri. Laboratorium ini dilengkapi dengan perangkat pembelajaran interaktif yang canggih. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan listening, reading, dan writing para santriwati secara efektif.
Festival Bahasa Arab dan Inggris Gontor Putri berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 7 hingga 10 Oktober 2025. Acara ini melibatkan partisipasi dari 44 pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari pesantren-pesantren lain untuk turut serta dalam kegiatan ini.
Beragam lomba inovatif digelar untuk menguji dan mengasah kemampuan berbahasa santriwati. Kompetisi ini meliputi:
Advertisement
- Debat
- Penulisan Esai
- Storytelling
- Penerjemahan Lagu
- Film Pendek
Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah penguatan budaya berbahasa dan pengembangan intelektual santriwati. Tujuannya adalah untuk mewujudkan generasi muslimah yang berwawasan global dan siap menghadapi berbagai tantangan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement