DPR: Kesenian Lokal Wajib Berinovasi Agar Tak Hilang Ditelan Zaman, Contoh Drakor Jadi Inspirasi?

Anggota DPR RI menekankan pentingnya **inovasi kesenian lokal** agar mampu bersaing dan menarik generasi muda, mencontoh sukses drama Korea dalam kemasan modern.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPR: Kesenian Lokal Wajib Berinovasi Agar Tak Hilang Ditelan Zaman, Contoh Drakor Jadi Inspirasi?
Anggota DPR RI menekankan pentingnya **inovasi kesenian lokal** agar mampu bersaing dan menarik generasi muda, mencontoh sukses drama Korea dalam kemasan modern. (AntaraNews)

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menyoroti urgensi inovasi dalam pengembangan kesenian-kesenian lokal di tanah air. Hal ini disampaikan Fikri usai menghadiri pagelaran seni tari di Sekolah Islam Terpadu Yayasan Harapan Umat, Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu (4/10) dan dikutip di Jakarta, Minggu (5/10).

Menurutnya, kesenian tradisional harus mampu bersaing dan tidak hilang ditelan zaman jika hanya mengandalkan pelestarian semata. Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan menuntut adanya pembaruan dan kreativitas yang berkelanjutan. Ini adalah kunci agar kesenian tetap relevan dan diminati.

Fikri mencontohkan fenomena drama Korea (drakor) yang mudah diterima masyarakat Indonesia. Drakor berhasil karena dikemas modern, menarik, dan disebarluaskan secara masif, kontras dengan banyak budaya Indonesia yang justru hilang karena minim pengembangan.

Pentingnya Pemajuan Budaya, Bukan Sekadar Pelestarian

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih secara tegas menyatakan bahwa fokus pada pelestarian semata tidak lagi memadai. "Kita ini sering hanya berhenti pada pelestarian," ujar Fikri, menggarisbawahi perlunya perubahan paradigma. Ia menekankan bahwa Undang-Undang yang berlaku adalah Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan, yang secara eksplisit menuntut adanya pembaruan dan kreativitas dalam setiap aspek kesenian lokal.

Fikri menjelaskan bahwa inovasi bukanlah berarti meninggalkan akar tradisi. Sebaliknya, inovasi justru berfungsi untuk memperkuat nilai-nilai luhur budaya agar tetap relevan dan menarik di tengah perkembangan zaman. "Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, tapi justru memperkuatnya agar tetap relevan dengan zaman," tegasnya.

Sebagai ilustrasi, Fikri merujuk pada popularitas drama Korea (drakor) di Indonesia. Drakor berhasil memikat masyarakat karena dikemas secara modern, menarik, dan disebarluaskan secara masif melalui berbagai platform. Hal ini, menurutnya, berbanding terbalik dengan kondisi banyak budaya Indonesia yang cenderung hilang karena kurangnya pengembangan dan adaptasi.

Dorongan Inovasi dan Harapan Pelaku Seni Lokal

Fikri berharap kesenian lokal, khususnya tari tradisional dari Brebes, dapat mencontoh keberhasilan Tari Saman dari Aceh atau Tari Zapin dari Riau. Kedua tarian tersebut telah berhasil mendunia berkat sentuhan inovasi tanpa mengesampingkan nilai-nilai aslinya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan seiringan.

Dorongan dari DPR ini disambut baik oleh Nurhalimah, seorang pelaku seni tari dari Brebes. Ia mengakui bahwa kelompoknya masih sering menampilkan tari secara konvensional, yang berakibat pada kurangnya minat dari generasi muda. "Anak-anak muda kadang kurang tertarik karena tidak ada sentuhan baru," ungkap Nurhalimah, menyatakan kesiapannya untuk mengikuti pelatihan inovasi tari.

Nurhalimah juga mengungkapkan harapannya akan adanya program pembinaan dan kolaborasi dengan koreografer muda. Pemanfaatan media digital dianggap sangat penting untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. "Kalau tari kita bisa ditampilkan lewat media sosial dengan kemasan menarik, pasti banyak yang tertarik. Generasi muda itu kan visual banget," jelasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Kementerian Kebudayaan RI bersama Komisi X DPR RI terus berupaya mendorong revitalisasi tari tradisional. Upaya ini mencakup penyesuaian koreografi dan penampilan, serta integrasi kesenian ke dalam sektor ekonomi kreatif seperti festival kuliner dan pariwisata. Ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan kesenian lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi