DPD Pastikan Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR

Kamis, 3 Oktober 2019 18:13 Reporter : Ahda Bayhaqi
DPD Pastikan Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR Bambang Soesatyo. ©2018 Merdeka.com/Raynaldo

Merdeka.com - Fraksi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara resmi mendukung Bambang Soesatyo dari Golkar sebagai Ketua MPR. Secara resmi DPD telah memberikan surat dukungan kepada Bambang Soesatyo sebagai ketua, dan Fadel Muhammad sebagai wakil ketua dari Fraksi DPD.

"Kami DPD RI menyatakan dukungan kepada bapak Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR RI dan pimpinan MPR RI untuk wakil dari unsur DPD adalah bapak Fadel Muhammad," kata Ketua Kelompok DPD Intsiawati Ayus usai menyerahkan surat kepada Fraksi Golkar MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10).

DPD menginginkan sebuah komitmen supaya MPR bisa menjadi rumah bersama. Kata Intsiawati, DPD ingin menguatkan kemitraan antar lembaga.

"Kami ingin mempertajam lagi kemitraan antar lembaga dalam kinerja karena kinerja di parlemen ini untuk legislasi dan aspirasi," ujarnya.

Dalam surat dukungan tersebut tidak ada lima tuntutan DPD yang disampaikan Fadel Muhammad. Intsiawati mengatakan itu bukan syarat tetapi komitmen mitra DPD.

Sementara, Ketua Fraksi Golkar MPR Zainudin Amali mengatakan, tidak ada syarat tersebut dalam pernyataan tertulis dukungan. Namun, dia mengakui Fadel sempat menyampaikan dalam forum lobi.

"Sebagai keluarga Golkar ya kami dengarkan. Tapi yg resmi, lihat kan suratnya? Hanya mencalonkan Pak Bambang Soesatyo sebagai Ketua MPR dan Pak Fadel sebagai Wakil Ketua MPR," katanya.

Pernyataan dukungan DPD melengkapi dukungan yang diterima oleh Bambang Soesatyo. Sembilan dari sepuluh fraksi sudah di genggaman Bamsoet.

"Semua fixed. PDIP, tentu Golkar, Gerindra belum, lalu NasDem, PKB, Demokrat, PAN, dan PPP, lalu PKS. Sudah disampaikan tadi terbuka," ujar Amali.

Gerindra masih ngotot untuk mendapatkan kursi ketua MPR kendati kalah dukungan dari Golkar. Amali menuturkan, calon ketua MPR dari Gerindra Ahmad Muzani dengan Bamsoet tengah lobi-lobi empat mata.

"Pak Bambang dan pak ini (Muzani) aja ngobrol berdua. Mereka minta diberi kesempatan intinya itu," kata Amali.

Sebelumnya, calon ketua MPR dari fraksi DPD, Fadel Muhammad mengatakan DPD memiliki lima tuntutan sebagai alat negosiasi posisi ketua MPR. Fadel berkata, akan memilih ketua MPR yang mau menjalankan lima tuntutan tersebut.

"Kalau mereka setuju kita tandatangan, baru kita memberikan dukungan. Mereka juga kita lihat. Kita juga tidak mau konyol," ujar Fadel di sela forum lobi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/10).

Lima tuntutan DPD itu berkaitan dengan penguatan lembaga senator tersebut. Pertama, DPD minta terlibat dalam dana transfer daerah. Kedua, DPD minta terlibat mengatur dana desa. Ketiga, DPD minta ikut mengatur dana insentif kepala daerah. Keempat, DPD meminta undang-undang berkaitan dengan pemerintahan daerah direvisi. Terakhir, DPD minta penguatan dengan revisi UU MD3.

"Adanya itu maka DPD, punya gigi di daerah-daerah kalau enggak DPD enggak ada apa-apa orang bisa mengatakan cuma survei yang ada 30 persen orang tahu DPD," kata Fadel.

Fadel menjelaskan, peta kekuatan calon ketua MPR ada tiga. Pertama Bambang Soesatyo dari Golkar. Bamsoet didukung kuat Golkar dan PDIP serta tiga partai koalisi Jokowi, Nasdem, PKB dan PPP.

Kekuatan kedua adalah Ahmad Muzani dari partai Gerindra. Sementara partai non pemerintah, seperti Demokrat, PAN, dan PKS, kata Fadel, berada dalam barisan ini. Namun, menurutnya, Demokrat sebut masih cair. Kekuatan terakhir adalah Fadel Muhammad sendiri yang didorong oleh DPD.

Fadel mengklaim, anggota DPD mau berbesar hati jika akhirnya ketua MPR bukan dari kelompok mereka. Kendati, DPD menginginkan lima tuntutan itu dipenuhi.

Fadel mengklaim, respons Golkar lebih bagus ketimbang lawannya, Gerindra terhadap tuntutan tersebut. Sementara, dengan Ahmad Muzani, Fadel berkata negosiasi masih alot.

"Golkar responsnya lebih bagus karena dia akan mengambil pimpinan komisi anggaran. Tetapi PDIP akan mengambil komisi banggar, itu negosiasi. Nah tandatangan baru kita memberikan dukungan," jelasnya.

Kalaupun tidak ada calon ketua MPR yang setuju, DPD akan ikut pemenang. "Kalau maju juga kalah, buat apa? Kita follow the winner saja," pungkasnya. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini