Dokter Residen FK Unpad Bius dan Perkosa Penunggu Pasien di RSHS, IDI Jabar Tunggu Hasil Penyelidikan
IDI Jawa Barat memilih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Barat angkat bicara mengenai kasus pelecehan seksual di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang diduga dilakukan dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Padjajaran terhadap korban yang merupakan penunggu seorang pasien.
Ketua IDI Jawa Barat, dr. Moh Luthfi menyatakan, pihaknya saat ini belum mengambil langkah langsung terkait kasus tersebut. Dia memilih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian.
"Terkait berita di atas, kami dari IDI Wilayah Jawa Barat, saya mendapatkan informasi bahwa kasusnya tampaknya kasus pidana dan sedang ditangani oleh kepolisian sehingga tampaknya kami menunggu dulu hasil penyelidikan dari kepolisian," katanya di Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/4).
IDI Jawa Barat akan tetap memproses aspek etik profesi kedokteran terhadap pelaku jika terbukti bersalah. Namun, proses tersebut akan dilakukan setelah kepolisian menyelesaikan penyelidikan awal.
"Terkait dengan profesi yang bersangkutan sebagai dokter, kami akan melakukan pembahasan di Majelis Etika Kedokteran IDI Jawa Barat, untuk dilakukan tindak lanjut terhadap masalah di atas, namun menunggu dulu proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian," tutup Luthfi.
Pelaku Ditangkap
Sebelumnya, media massa bahwa Polda Jabar telah menangkap pelaku pelecehan seksual di RSHS Bandung sebelum Lebaran 2025.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan belum menjelaskan lebih detail tentang kasus tersebut. Namun, dia menyebutkan semua proses sudah berlangsung secara lengkap. Pihaknya juga menemukan beberapa barang bukti seperti obat bius dan kondom.
Dia menyebutkan pihaknya akan merilis secara detail lebih lanjut. Adapun kasus tersebut ramai setelah ada korban yang menceritakan peristiwa yang dialaminya di media sosial.