Dokter keluarkan serpihan peluru dari leher korban penembakan di Tol Pasteur

Hani (21), Korban penembakan misterius di Kota Bandung selesai menjalani operasi. Tim dokter RS Hasan Sadikin berhasil mengeluarkan beberapa serpihan proyektil peluru yang bersarang di bagian leher.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dokter keluarkan serpihan peluru dari leher korban penembakan di Tol Pasteur
Ilustrasi Penembakan. ©2015 Merdeka.com

Hani (21), Korban penembakan misterius di Kota Bandung selesai menjalani operasi. Tim dokter RS Hasan Sadikin berhasil mengeluarkan beberapa serpihan proyektil peluru yang bersarang di bagian leher.

Kepala IGD RSHS Doddy Tavianto‎ mengatakan operasi pasien dimulai Jumat (31/8) sekitar pukul 22.00 WIB hingga Sabtu (1/9) pukul 05.00 WIB.

Dalam prosesnya, tim dokter tidak menemukan serpihan peluru di bagian tulang belakang. Saat ini kondisi pasien sudah stabil dan dirawat secara intensif.

"Kondisi stabil, tekanan darah dan detak jantung sudah mulai nai‎k, cuma sekarang masih kita bantu dengan alat bantu napas ventilator," katanya saat dihubungi.

Ia menjelaskan, tindakan bedah dilakukan karena dikhawatirkan kondisi pasien terus melemah. Pasalnya, saat dibawa ke RSHS, meski sadar, detak jantung dan tekanan darah Hani lemah.

"Nanti kami akan melakukan pelepasan alat bantu pernapasan jika keadaan pasien kembali membaik," pungkasnya.

Seperti diketahui, Hani menjadi korban penembakan yang dilakukan orang tak dikenal, Jumat (31/8).

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di dekat Gerbang Tol Pasteur, saat mobil yang ditumpanginya berangkat menuju Purwakarta setelah mengunjungi tempat hiburan malam di Kota Bandung.

Rekomendasi