Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap pengelolaan lingkungan di Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom, Kabupaten Blitar. Apresiasi ini diberikan setelah tim verifikasi mengevaluasi berbagai inovasi yang diterapkan pesantren tersebut. Program "Eco Pesantren Jawa Timur" menjadi sorotan utama dalam penilaian ini.
Verifikasi yang dipimpin oleh DLH Jatim ini bertujuan untuk menilai model pengelolaan lingkungan di pesantren. Tim menyoroti manajemen kebersihan, pengelolaan sampah, serta keberadaan ruang terbuka hijau yang tertata apik. Mereka juga mengamati sistem sanitasi yang diterapkan di lingkungan pesantren.
Mita Triani, Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Jatim, secara khusus memuji budidaya anggur yang menggunakan pupuk dari kotoran domba. Sistem terintegrasi ini menunjukkan komitmen pesantren terhadap keberlanjutan lingkungan. Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom menjadi contoh nyata implementasi nilai-nilai Eco Pesantren.
Advertisement
Advertisement
Inovasi Lingkungan Berbasis Kemandirian Pesantren
Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom menunjukkan komitmen kuat dalam pengelolaan lingkungan melalui berbagai inisiatif. Mereka berhasil menciptakan ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan. Model ini menjadi inspirasi bagi pesantren lain dalam program Eco Pesantren.
Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Jatim, Mita Triani, mengungkapkan kekagumannya terhadap inovasi di pesantren ini. "Ini sangat bagus sekali, pengelolaan limbah, ruang terbuka hijau dan ada budidaya anggur yang menggunakan pupuk dari kotoran domba," katanya. Integrasi budidaya anggur dan peternakan domba menjadi poin penting dalam penilaian.
Sistem pengelolaan limbah organik di pesantren ini sangat efisien. Kotoran domba dimanfaatkan secara optimal sebagai pupuk alami untuk kebun anggur. Hal ini menciptakan siklus nutrisi yang ramah lingkungan dan mengurangi limbah.
Advertisement
Pesantren ini bahkan telah mengembangkan 190 varian buah anggur yang ditanam di area pesantren. Keberagaman varian ini tidak hanya untuk konsumsi internal tetapi juga sebagai media pembelajaran. Inovasi ini memperkuat status mereka sebagai pelopor Eco Pesantren.
Advertisement
Komitmen Lingkungan dan Nilai-nilai Keislaman
Wakil Pengasuh Ponpes Jatinom, Ahmad Khubby Ali Rohmad, atau akrab disapa Gus Bobby, menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai keislaman. Pesantren ini bertekad untuk terus bersemangat dalam upaya pelestarian. Ini merupakan wujud nyata dari pengamalan ajaran agama.
Gus Bobby menjelaskan bahwa santri tidak hanya fokus pada ilmu agama, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. "Santri tidak hanya mengaji dan menuntut ilmu tapi mengamalkan nilai-nilai ilmu agama dalam lingkungan hidup," ujarnya. Prinsip kebersihan, keseimbangan alam, hemat energi, dan pengelolaan sampah adalah inti dari ajaran yang dikembangkan.
Pendidikan di pesantren ini, yang mengelola MTs dan MA dengan basis salafiyyah, menunjukkan komitmen nyata terhadap konservasi lingkungan. Mereka tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga praktik langsung. Hal ini menjadikan santri memiliki pemahaman holistik tentang lingkungan.
Advertisement
Pesantren ini menonjol dengan budidaya 190 varian anggur dari 20 negara berbeda, serta empat varian lokal yang sedang diuji kelayakan. Inisiatif ini tidak hanya memperkaya keanekaragaman hayati tetapi juga melatih keterampilan santri. Harapannya, program Eco Pesantren Jawa Timur dapat memberikan penghargaan yang memotivasi.
Advertisement
Pencapaian dan Harapan untuk Eco Pesantren
Pondok Pesantren Maftahul Uluum Jatinom telah berhasil menyelesaikan verifikasi daring sebagai calon penerima penghargaan Eco Pesantren Jawa Timur. Pencapaian ini merupakan langkah penting dalam pengakuan atas upaya mereka. Pesantren ini menjadi satu-satunya perwakilan dari Blitar yang lolos tahap penilaian provinsi.
Verifikasi ini menandai pencapaian signifikan bagi pesantren yang telah berdiri sejak tahun 1868. Prestasi ini semakin mengukuhkan peran pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama. Mereka juga menjadi pelopor dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan life skill santri.
Gus Bobby berharap penghargaan "Eco Pesantren Jawa Timur" bukan hanya sekadar simbol. "Harapannya bukan sekadar penghargaan, tapi nilai edukasi ini harus terus menjadi semangat dalam menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan," katanya. Edukasi dan keberlanjutan menjadi fokus utama.
Advertisement
Integrasi antara peternakan domba dan perkebunan anggur di pesantren ini menciptakan siklus berkelanjutan. Hal ini efisien dan ramah lingkungan, sekaligus menjadi media pembelajaran praktis bagi santri. Ini menegaskan posisi pesantren sebagai pusat pendidikan dan inovasi lingkungan.
Sumber: AntaraNews