DLH DKI Semprotkan 4.000 Liter Water Mist di Jalur Sibuk Fatmawati-TB Simatupang, Apa Tujuannya?

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melanjutkan penyemprotan water mist di Jalan Fatmawati-TB Simatupang untuk menekan polusi udara dan meningkatkan kualitas udara kota.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DLH DKI Semprotkan 4.000 Liter Water Mist di Jalur Sibuk Fatmawati-TB Simatupang, Apa Tujuannya?
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melanjutkan penyemprotan water mist di Jalan Fatmawati-TB Simatupang untuk menekan polusi udara dan meningkatkan kualitas udara kota. (Merdeka.com)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali mengintensifkan upaya penanganan polusi udara. Langkah ini dilakukan dengan menyemprotkan kabut air atau water mist di sejumlah titik strategis. Fokus penyemprotan kali ini adalah di ruas Jalan Fatmawati hingga TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari program yang telah berjalan, dengan tujuan utama untuk mereduksi konsentrasi partikel polutan PM2.5 di udara. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi warga ibu kota. Penyemprotan water mist ini dilakukan pada hari kedua, Jumat (19/9).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa pemilihan rute tersebut didasarkan pada tingginya volume kendaraan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu jalur perkantoran dan bisnis yang sangat sibuk setiap harinya.

Penyemprotan water mist di Jalan Fatmawati hingga TB Simatupang bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu penyumbang polusi udara terbesar di Jakarta. Hal ini disebabkan oleh padatnya lalu lintas kendaraan pribadi dan kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Menurut Asep Kuswanto, "Khususnya kendaraan berat dan mobil pribadi yang menjadi salah satu penyumbang terbesar polusi udara di Jakarta." Penggunaan water mist sebanyak 4.000 liter air ini diharapkan mampu secara efektif menurunkan kadar polutan PM2.5. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas udara di area tersebut.

Langkah proaktif ini menunjukkan komitmen DLH DKI Jakarta dalam menjaga kesehatan masyarakat. Selain itu, upaya ini juga bertujuan untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman. Penanganan polusi udara menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Selain penyemprotan water mist, DLH DKI Jakarta juga mengintegrasikan program edukasi. Mereka menghadirkan videotron mobile yang bergerak sepanjang jalan TB Simatupang-Fatmawati. Videotron ini menayangkan berbagai pesan penting terkait lingkungan.

Pesan-pesan yang ditampilkan mencakup ajakan untuk melakukan uji emisi kendaraan secara rutin. Ada pula informasi mengenai pentingnya beralih ke transportasi ramah lingkungan. Gaya hidup hijau juga menjadi salah satu fokus edukasi yang disampaikan.

Asep Kuswanto berharap upaya ini dapat meningkatkan kesadaran warga dan pelaku usaha. Terutama mereka yang beraktivitas di kawasan TB Simatupang-Fatmawati. "Polusi udara adalah tantangan besar Jakarta. Harapannya aktivasi ini dapat menggerakkan masyarakat untuk berkontribusi melalui tindakan sederhana," ujar Asep.

Tindakan sederhana tersebut meliputi perawatan kendaraan, uji emisi, dan penggunaan transportasi publik. Ini adalah langkah konkret yang bisa dilakukan setiap individu.

Program penyemprotan water mist ini tidak berhenti di Fatmawati-TB Simatupang. DLH DKI Jakarta telah menyusun jadwal keberlanjutan untuk wilayah lain. Pada Senin (22/9), penyemprotan akan difokuskan di Jakarta Pusat.

Lokasi di Jakarta Pusat meliputi Jalan Medan Merdeka, MH Thamrin, Bundaran HI, hingga Taman Menteng. Selanjutnya, pada Selasa (23/9), giliran area sekitar Masjid Istiqlal hingga Lapangan Banteng yang akan disasar. Ini menunjukkan cakupan program yang luas.

Penyemprotan water mist ini juga merupakan bagian dari rangkaian pra-kegiatan. Acara tersebut adalah "Jakarta Eco Future Fest (JEFF) 2025". Festival ini akan diselenggarakan pada 25–26 September mendatang di Cibis Park, Jakarta Selatan.

Inisiatif ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah polusi udara secara komprehensif. Upaya ini melibatkan berbagai strategi, mulai dari tindakan langsung hingga edukasi masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi