Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meluncurkan sebuah inisiatif menarik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai sampah. Program ini memungkinkan warga untuk menukarkan sampah anorganik yang telah dipilah dengan beragam kebutuhan pangan atau rumah tangga. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat mengenai potensi ekonomi dari sampah yang selama ini sering dianggap tidak berguna.
Program yang diberi nama 'Tampah Bu Rangga', singkatan dari Tukar Sampahmu dengan Kebutuhan Rumah Tangga, merupakan gagasan Kepala DLH Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto. Menurut Ismir, layanan penukaran sampah ini bukan hanya sekadar transaksi, melainkan sebuah cara efektif untuk mengajarkan kepada masyarakat bahwa sampah anorganik memiliki nilai tukar yang sangat bermanfaat. Program ini juga menjadi upaya konkret dalam menjaga kelestarian lingkungan agar tetap bersih dan sehat bagi keberlangsungan hidup bersama.
Saat ini, layanan penukaran sampah ini dipusatkan di stand Ramadhan yang berlokasi di depan Masjid Agung Sungailiat, memanfaatkan keramaian pengunjung selama bulan suci Ramadhan. Pemilihan lokasi strategis ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Ismir berharap, melalui 'Tampah Bu Rangga', kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan akan semakin meningkat dan menjadi kebiasaan sehari-hari.
Advertisement
Advertisement
Program 'Tampah Bu Rangga' dari DLH Kabupaten Bangka secara khusus menyoroti potensi ekonomi dari sampah anorganik. Ismir Rachmaddinianto menjelaskan bahwa sampah anorganik, seperti kertas dan bahan baku plastik, dapat ditukarkan dengan sejumlah makanan atau bahan makanan pokok.
Berbagai jenis kebutuhan rumah tangga tersedia untuk ditukarkan, meliputi mi instan, minyak goreng, telur, sayur mayur, dan kebutuhan lainnya. Konversi nilai antara sampah yang diserahkan dan barang yang akan ditukar telah ditetapkan berdasarkan harga pasar, sehingga dipastikan tidak merugikan kedua belah pihak.
Melalui program ini, masyarakat didorong untuk lebih aktif dalam memilah sampah dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Edukasi ini penting agar masyarakat memahami bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat memberikan manfaat langsung bagi mereka dan lingkungan.
Advertisement
Advertisement
Kepala DLH Kabupaten Bangka, Ismir Rachmaddinianto, menjelaskan alasan di balik penempatan program 'Tampah Bu Rangga' di area Ramadhan Fair. Layanan penukaran sampah dengan kebutuhan rumah tangga ini baru dibuka saat bulan Ramadhan dan dipusatkan di kawasan tenda Ramadhan Fair 1447 Hijriah.
Pemilihan lokasi ini didasari oleh fakta bahwa kawasan tersebut selama bulan Ramadhan ramai dikunjungi masyarakat yang ingin membeli takjil untuk berbuka puasa. Keramaian ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan program dan menjangkau lebih banyak warga. Dengan demikian, pesan tentang pentingnya pengelolaan sampah dan nilai ekonomi sampah anorganik dapat tersampaikan secara lebih luas dan efektif.
DLH Kabupaten Bangka berharap program 'Tampah Bu Rangga' tidak hanya menjadi kegiatan temporer, tetapi dapat menumbuhkan kesadaran berkelanjutan di tengah masyarakat. Melalui inisiatif ini, diharapkan masyarakat dapat terbiasa memilah dan mengelola sampah dari rumah, serta melihat sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai.
Advertisement
- Sampah anorganik yang dapat ditukarkan meliputi kertas dan bahan baku plastik.
- Kebutuhan yang dapat ditukarkan antara lain mie instan, minyak goreng, telur, dan sayur mayur.
- Nilai konversi sampah dan barang tukar disesuaikan dengan harga ketetapan.
- Program dipusatkan di stand Ramadhan depan Masjid Agung Sungailiat selama Ramadhan Fair 1447 Hijriah.
Sumber: AntaraNews