Dituding selingkuh, pemain organ tunggal tewas dibacok pakai pisau daging
Merdeka.com - Seorang anggota kelompok organ tunggal tewas dihabisi dengan pisau daging di Kampung Sumber Jaya, RT 01 RW 20, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (3/10). Motif pembunuhan itu diduga karena asmara.
Berdasarkan data didapat, korban teridentifikasi bernama Syamsudin (35). Adapun, pelakunya adalah Jenjen.
Pelaku kini dalam pengejaran petugas untuk dijebloskan ke sel tahanan Polsek Tambun. Sedangkan korban dibawa ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk autopsi.
Saksi mata di lokasi mengatakan, peristiwa itu bermula korban mengecek rumahnya yang sedang dibangun. Rupanya, di lokasi sudah dicegat pelaku sambil membawa pisau daging.
"Dia ditusuk pakai pisau daging," kata Uyin, Selasa (3/10) sore.
Karena itu, korban kabur dan masuk ke dalam rumah kontrakannya. Pelaku yang kalab terus mengejar dan kembali membacok korban. Takut, Uyin keluar rumah dan meminta bantuan.
"Enggak lama kemudian pelaku keluar, kemudian kabur," ujarnya.
Melihat itu, warga mengecek korban. Saat itu korban ditemukan tewas di dalam kamar mandi bersimbah darah.
Kapolsek Tambun, Kompol Bobby Kusumawardhana mengatakan, korban tewas karena luka tikam di lima bagian tubuhnya. Di antaranya di perut, leher dan betis.
"Kami masih mengejar pelakunya, korban sudah dibawa ke RS Polri untuk autopsi," katanya.
Informasi yang didapat, bahwa korban Syamsydin alias Jawir adalah anggota Keybordis Lintas Wilayah (KLW). Forum ini merupakan kumpulan kelompok jasa orgen tunggal yang bermarkas di Kabupaten Bekasi.
Motif pembunuhan diduga karena Jenjen menuding Syamsudin biang kerok bubarnya biduk rumah tangga pelaku. Soalnya, korban diduga selingkuh dengan istri Jenjen, Mia (28) yang merupakan biduan.
"Bagi sesama profesi jasa orgen tunggal, kedekatan penyanyi dengan pemegang alat musik wajar," kata Wida seorang anggota orgen yang ada di lokasi.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya