Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Diperiksa, emosi pembuat patung dari mayat Fahri meledak-ledak

Diperiksa, emosi pembuat patung dari mayat Fahri meledak-ledak pembunuhan. shutterstock

Merdeka.com - Solihin (22), pelaku pembunuhan Fahri Khusaini Romadhon (4), warga Endrosono, Surabaya, Jawa Timur, rampung menjalani pemeriksaan oleh psikiater di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Surabaya. Tes psikologi tahap pertama itu berlangsung hingga tiga jam.

"Pemeriksaan psikologi tersangka di Rumah Sakit Bhayangkara, hari ini sudah selesai. Tersangka diperiksa oleh psikiater selama dua hingga tiga jam. Besok pemeriksaan tahap dua masih akan dilakukan," kata Kapolres Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anom Wibowo melalui pesan BBM-nya, Rabu (20/2).

Dikatakan Anom, dari hasil tes psikologi tersangka hari ini (20/2), emosi tersangka masih meledak-ledak. "Hasil tes kejiwaan baik-baik saja, cuma emosionalnya masih cukup tinggi. Wah itu sih gak normal ya?" tulis Anom.

Meski begitu, menurut perwira dengan dua melati di pundak ini, pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan olah TKP guna menggali data yang lebih rinci di lokasi kejadian.

"Pemeriksaan masih terus berlanjut. Kita juga masih melakukan pencarian terhadap empat keluarga tersangka yang menghilang secara mendadak pasca-kejadian," tandas Anom.

Diberitakan sebelumnya, Selasa kemarin (19/2), warga Jalan Endrosono Gg 7, Surabaya tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan sosok tubuh bocah dengan kondisi terlentang dan sekujur tubuhnya dilaburi semen hingga menyerupai sosok patung.

Patung bocah usia 4 tahun yang tak lain adalah anak keempat pasangan Misnawi dan Zubaidah ini, ditemukan warga di samping kiri rumah tersangka yang berada di deretan rumah nomor 19 Jalan Endrosono Gg 7, atau tepat berada di depan rumah korban.

Fahri menghilang secara tiba-tiba pada Sabtu malam (16/2). Saat itu, ayah korban tengah bekerja di persewaan sound system. Sebelum kejadian, korban ikut ayahnya bekerja untuk memasang peralatan sound di hajatan salah satu warga sekitar (Endrosono Gg 7). Karena rewel, Misnawi kemudian mengantarkan anaknya pulang hingga di depan rumah.

Usai bekerja, Misnawi dan keluarganya kebingungan karena anak terakhirnya tidak ada di rumah. Fahri menghilang hingga empat hari lamanya, dan baru ditemukan pada Selasa siang (19/2), dalam kondisi mematung. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP