Dinsos Tunggu Rekomendasi RSJ Terkait Wanita Viral Joged Tanpa Busana di Batang

Wanita viral joget tanpa busana di Batang kini dirawat di RSJD Amino Semarang. Penanganan dilakukan sesuai prosedur sambil menunggu hasil diagnosis medis.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Dinsos Tunggu Rekomendasi RSJ Terkait Wanita Viral Joged Tanpa Busana di Batang
Dinsos Tunggu Rekomendasi RSJ Terkait Wanita Viral Joged Tanpa Busana di Batang (Merdeka.com)

Seorang perempuan yang viral di media sosial karena berjoget tanpa busana dalam acara halalbihalal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kini menjalani perawatan di RSJD dr. Amino Gondohutomo.

Pihak rumah sakit menyatakan pasien telah mendapatkan penanganan awal, meski diagnosis medis belum dapat disampaikan kepada publik.

Kasubag TU, Hukum, dan Humas RSJD Amino, Kelik Pramudya, membenarkan bahwa perempuan tersebut saat ini berada dalam perawatan tim medis.

"Sudah ditangani oleh dari tim rumah sakit kami. Untuk diagnosis itu belum bisa kami sampaikan," kata Kelik saat dikonfirmasi, Selasa (31/3).

Kelik menjelaskan, pasien dibawa ke rumah sakit oleh pihak keluarga. Setibanya di lokasi, penanganan awal dilakukan melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum menjalani pemeriksaan lanjutan.

"Untuk penanganan masuknya di IGD dulu. Nanti ada penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Selama proses pemeriksaan, pasien disebut tidak menunjukkan perlawanan.

"Tidak ada perlawanan. Pemeriksaan nanti tentunya akan ditindaklanjuti di rumah sakit kami sesuai prosedur yang ada," jelasnya.

Pihak rumah sakit juga menyampaikan bahwa setelah proses perawatan dan pemeriksaan selesai, pasien akan dikembalikan kepada keluarga.

"Jadi kalau dibawa keluarga, selesai pemeriksaan akan dikembalikan ke keluarga," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, mengonfirmasi bahwa pasien telah dirawat di RSJD Amino dan akan menjalani pengobatan terlebih dahulu.

"Sudah masuk RSJ nanti diobati dulu. Selang dua minggu kalau memang kondisi sehat dikembalikan keluarga," kata Imam.

Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari rumah sakit terkait langkah lanjutan, apakah pasien memerlukan rehabilitasi atau cukup dikembalikan kepada keluarga.

"Saya nunggu rekomendasinya dari Kepala RS Gondo Amino menyampaikan ke kita apakah ke rehabilitasi atau dikembalikan keluarga karena untuk ODGJ wewenang di provinsi dinsos. Karena masuk amino ada gangguan jiwa," pungkasnya.

Peristiwa tersebut sebelumnya terjadi pada Sabtu (28/3) sekitar pukul 16.00 WIB di Dukuh Banaran, Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, saat berlangsung hiburan musik dalam rangka halalbihalal. Video kejadian kemudian tersebar luas di media sosial.

Rekomendasi