Dinsos Jaksel Tangani Anak Ditinggal Ayah di Pasar Kebayoran Lama, Dibawa ke Panti Sosial

Seorang anak berusia 6 tahun yang ditinggal ayahnya di Pasar Kebayoran Lama kini dalam penanganan Dinsos Jaksel dan dibawa ke panti sosial untuk pemulihan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dinsos Jaksel Tangani Anak Ditinggal Ayah di Pasar Kebayoran Lama, Dibawa ke Panti Sosial
Seorang anak berusia 6 tahun yang ditinggal ayahnya di Pasar Kebayoran Lama kini dalam penanganan Dinsos Jaksel dan dibawa ke panti sosial untuk pemulihan. (AntaraNews)

Suku Dinas Sosial (Dinsos) Jakarta Selatan telah mengambil tindakan cepat terhadap kasus seorang anak berinisial N (6) yang ditinggalkan ayahnya. Peristiwa memilukan ini terjadi di area Pasar Kebayoran Lama pada Kamis malam, 1 Januari. Anak tersebut kini telah diserahkan ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Bernard Tambunan, mengonfirmasi penyerahan anak tersebut ke panti. "Kita bawa ke Panti Kedoya," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan N setelah ditemukan tanpa pendampingan orang tua.

Anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SD ini akan mendapatkan berbagai fasilitas dan dukungan di PSBI Kedoya. Penanganan tersebut mencakup pemulihan psikologis, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga upaya mempertemukan kembali dengan keluarganya.

Anak N ditemukan oleh petugas pada pukul 10.00 WIB di Pasar Kebayoran Lama. Saat dimintai keterangan, N mengaku berasal dari Ciranjang, Cianjur, dan dibawa ayahnya menggunakan mobil. Petugas segera melakukan koordinasi untuk penanganan awal.

Kasatpol PP Kebayoran Lama, Dian Citra, menjelaskan kronologi penemuan anak yang ditinggal ayahnya ini. "Ayahnya bilang mau rokok sebentar. Sampai ditungguin, tapi tidak balik-balik," kata Dian. Setelah lebih dari lima jam menunggu dan melihat kebutuhan dasar anak yang belum terpenuhi, petugas memutuskan untuk membawa N.

Kondisi fisik N dipastikan dalam keadaan sehat dan sudah mendapatkan makanan saat ditemukan. Pihak Satpol PP kemudian berkoordinasi dengan Polsek dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk penanganan lebih lanjut. "Alhamdulillah sudah ditangani saat ini," tambah Dian.

Setelah diserahkan ke PSBI Kedoya, anak yang ditinggal ayahnya ini akan menjalani serangkaian proses pemulihan. Bernard Tambunan menjelaskan bahwa panti sosial akan menyediakan penanganan psikologis atau trauma healing. Hal ini penting mengingat pengalaman traumatis yang dialami N.

Selain dukungan mental, semua kebutuhan dasar N juga akan terpenuhi di panti. Ini mencakup penyediaan makanan, minuman, dan pakaian yang layak. Tujuan utamanya adalah memastikan anak merasa aman dan nyaman selama berada di bawah pengawasan panti.

PSBI Kedoya merupakan fasilitas yang memiliki pengalaman dalam menangani kasus anak-anak terlantar. Mereka akan berupaya memberikan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang N. Proses ini akan berlangsung hingga N dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Informasi mengenai anak yang ditinggal ayahnya ini telah menyebar luas di media sosial. Bernard Tambunan berharap orang tua N segera menyadari dan menjemput anaknya. "Karena informasi sudah beredar luas terkait anak tersebut di sosial media, saya berharap orang tua anak tersebut segera menjemputnya," ucapnya.

Koordinasi intensif terus dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk Dinsos Jaksel dan kepolisian, untuk melacak keberadaan keluarga N. Upaya ini bertujuan agar anak dapat segera kembali ke lingkungan keluarganya.

Kasus anak yang ditinggal ayahnya ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak. Pihak berwenang akan terus berupaya maksimal demi kepentingan terbaik bagi N, memastikan ia mendapatkan haknya untuk hidup layak dan bersama keluarga.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi