Rumah ditinggalkan dalam kondisi rusak dan tagihan listrik tak dibayar
Advertisement
"Keluarga kami mengalami kejadian buruk. Salah satu rumah keluarga yang disewakan ternyata dijadikan tempat operasi sindikat penipuan online,"
kata Dino dalam keterangannya di instagram @dinopattidjalal, Senin (28/8).
merdeka.com
Advertisement
Kondisi rumah yang telah ditinggalkan penyewa itu terdapat banyak tempat tidur, jendela dan dinding ditutup busa kedap suara. Menurut penjaga rumah sebelah, rumah itu dihuni kurang lebih 30 orang.
"Mereka tidak pernah keluar rumah (kecuali 3 orang). Dari bukti produk-produk yang tertinggal di rumah, para pelakunya nampaknya imigran dari luar negeri yang berbahasa Mandarin. Para penjahat ini semuanya sudah kabur, dan rumah sudah kosong ditinggal dalam keadaan rusak," katanya.
"Diperkirakan mereka kabur 3 bulan lalu. Kami baru tahu karena adanya tagihan listrik yang tidak dibayar. Kasus ini sudah dilaporkan ke Kapolres Jakarta Selatan," tambahnya.
Kapolsek Mampang Prapatan, Kompol David Y Kanitero mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah Dino yang berada di Kemang. Polisi mendapatkan sejumlah fakta dari kondisi rumah dan pihak penyewa.
Advertisement
"Kita sudah datang ke TKP, kemudian melakukan pengecekan bahwa tidak ada ditemukan barang yang diambil. Kemudian sudah kita cek juga nomor handphone si penyewanya itu sudah mati kita hubungi. Terus begitu cek KTP-nya itu juga tidak teregistrasi resmi di dukcapil,"
kata David saat dikonfirmasi.
merdeka.com
Advertisement
Advertisement
"Jadi kita sempat hubungi broker supaya broker acc apabila membereskan dengan si penyewa sudah bisa dihubungi lagi didampingi oleh anggota polsek sama-sama bereskan antara pak Dino, Broker, sama Polsek mendampingi atau menyaksikan," katanya.
Advertisement
"Dari awal kami sampaikan tuh, kita enggak bisa membuktikan bahwa itu penipuan online. Sudah kosong tempatnya, hanya tersisa barang-barang. Hanya saja dugaan untuk pemalsuan KTP ada. Karena saat KTP itu diserahkan ke kita, cuma foto doang, dugaan pemalsuan itu ada,"
beber David.
David mengatakan penyelidikan akan ditangani Satreskrim Polre Metro Jakarta Selatan.
"Iya betul penyewa. Dugaan nya itu sementara. Kalau pencurian enggak, kalau penipuan online juga enggak, belum ada buktinya. Yang mendekati pemalsuan KTP karena tidak teregistrasi," tuturnya.
Advertisement