Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), telah mengambil langkah proaktif dalam menyambut periode mudik Lebaran 2026. Mereka menyiagakan tenaga medis di enam posko pelayanan yang tersebar di titik-titik transportasi penting. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan layanan kesehatan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa posko-posko kesehatan ini disiapkan secara khusus. Tujuannya adalah mengantisipasi kebutuhan layanan medis bagi pemudik selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Penyiagaan posko ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran arus mudik.
“Total ada enam posko yang kami siagakan di titik-titik pergerakan penumpang,” kata Didi saat dihubungi di Batam. Layanan ini akan beroperasi mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, mencakup seluruh periode libur Idul Fitri.
Advertisement
Advertisement
Dinkes Batam menempatkan posko kesehatannya di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat pergerakan pemudik. Posko-posko tersebut berada di Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Domestik Punggur, Pelabuhan Roro ASDP Punggur, Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Batam Centre, serta Pelabuhan Batu Ampar. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada intensitas mobilitas penumpang yang tinggi.
Untuk Bandara Hang Nadim, Pelabuhan Sekupang, dan Pelabuhan Batu Ampar, sistem pelayanan kesehatan dilakukan secara on call. Hal ini karena fasilitas kesehatan dan tim medis dari pengelola setempat sudah tersedia di lokasi tersebut. Petugas Dinkes akan bersifat on call apabila dibutuhkan personel tambahan untuk penanganan medis.
Sementara itu, posko di Pelabuhan Domestik Punggur, Pelabuhan Roro ASDP Punggur, dan Pelabuhan Batam Centre disiagakan secara langsung. Penempatan petugas secara langsung ini bertujuan untuk memberikan respons cepat terhadap setiap kebutuhan medis pemudik. Kesiapan ini menjadi prioritas utama Dinkes Batam.
Advertisement
Advertisement
Didi Kusmarjadi menegaskan bahwa seluruh posko kesehatan dilengkapi dengan tim pertolongan pertama yang kompeten. Tim ini terdiri dari dokter dan perawat yang siap memberikan penanganan medis awal. Mereka didukung oleh peralatan medis dasar yang memadai untuk menangani kondisi darurat yang mungkin terjadi selama perjalanan mudik.
“Tim P3K terdiri dari dokter dan perawat yang dilengkapi peralatan serta obat-obatan kedaruratan dasar untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama arus mudik,” ujarnya. Selain itu, posko juga dipastikan memiliki perlengkapan pendukung seperti tandu, oksigen, obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), serta alat kesehatan lainnya.
Tenaga medis yang bertugas akan bergantian sesuai dengan puskesmas terdekat, memastikan ketersediaan personel yang cukup. Periode layanan kesehatan ini berlangsung dari 13 Maret hingga 25 Maret 2026, mencakup seluruh rangkaian libur Idul Fitri. Petugas di posko juga diminta untuk selalu memastikan kesiapan peralatan medis dan melaporkan kondisi di lapangan secara berkala.
Advertisement
Advertisement
Keberadaan posko kesehatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik. Dinkes Batam berharap posko-posko ini dapat membantu pemudik yang membutuhkan pertolongan medis saat melakukan perjalanan. Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Didi menambahkan, para petugas yang berjaga di posko diminta untuk selalu memastikan kesiapan peralatan medis. Mereka juga harus melaporkan kondisi di lapangan secara berkala untuk koordinasi yang efektif. Koordinasi yang baik antar posko dan dengan fasilitas kesehatan terdekat sangat esensial.
Dengan adanya layanan ini, pemudik diharapkan dapat menjalani perjalanan dengan lebih tenang. Kesiapan Dinkes Batam ini menunjukkan perhatian serius terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat selama momen penting Lebaran. Semua upaya ini ditujukan untuk meminimalisir risiko kesehatan selama periode mudik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews