Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jembrana menyebabkan rumah salah satu warga ambruk rata dengan tanah. Hal itu dibenarkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Ketut Eko Susila AP.
Peristiwa itu terjadi Selasa dini hari kemarin. Rumah semi permanen roboh itu berukuran 4,5 x 5 meter milik I Nengah Sarka.
Diduga, bangunan roboh lantaran fisiknya sudah tua sehingga tidak kuat menahan derasnya air hujan.
"Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut karena sebelum roboh pemilik rumah langsung keluar rumah," terang Eko, Selasa (11/12).
Namun demikian, lanjut Eko, pemilik rumah mengalami kerugian materiil sekitar Rp 50 juta. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada bupati dan BPBD provinsi.
"Di musim penghujan ini kami mengimbau kepada warga agar selalu waspada dan berhati-hati mengingat kabupaten Jembrana banyak daerahnya yang rawan bencana," tutupnya.