Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Di tengah konflik, Keraton Surakarta tetap gelar upacara adat

Di tengah konflik, Keraton Surakarta tetap gelar upacara adat Keraton Surakarta. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Konflik internal Keraton Kasunanan Surakarta hingga saat ini belum usai. Meski belum ada titik terang, pengelola keraton peninggalan dinasti Mataram tersebut tetap menggelar berbagai upacara adat yang merupakan warisan leluhur.

Dalam waktu dekat ini Keraton Kasunanan akan menggelar upacara tahunan tingalan dalem jumenengan, atau upacara adat dalam rangka memperingati ulang tahun kenaikan tahta raja Pakubuwono (PB) III. Acara yang merupakan ritual wajib tersebut akan diselenggarakan pada 25 Mei mendatang.

Pengageng III Musium dan Pariwisata Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Pangeran (KP) Satrio Hadinagoro mengatakan, upacara tingalan dalem jumenengan merupakan ritual yang wajib dilakukan oleh keraton.

"Ini upacara wajib, warisan leluhur kita. Sebagai penerus keraton kami punya kewajiban untuk melaksanakannya apapun kondisinya," ujar Satrio kepada merdeka.com, Minggu (18/5).

Menurutnya Satrio, seperti tahun-tahun sebelumnya dalam acara tersebut juga disajikan tari bedhaya ketawang. Tari sakral tersebut memang sebagai salah satu syarat utama upacara. Tarian tersebut untuk mengiringi lenggahnya (bertahtanya) Sinuhun PB XIII yang ada di Sasana Sewaka.

"Kami sudah sampaikan kepada raja, tentang waktu pelaksanaan upacara ini. Hanya saja apakah Sinuhun mau datang atau tidak belum tahu. Kalau Sinuhun tidak hadir, itu tidak menjadi persoalan dan prosesi tinggalan dalem jumenengan tetap berjalan sesuai dengan ketentuan berlaku. Sinuhun sebenarnya mempunyai kewajiban datang, sesuai sumpah jabatan saat naik tahta dulu," katanya.

Satrio berharap masyarakat tahu dan paham jika prosesi ini merupakan salah upacara adat keraton dan bukan rekayasa. Banyak masyarakat yang masih peduli dengan keraton dan terus merawat serta melestarikan kebudayaan keraton.

Mengenai pemberian gelar dan kenaikan pangkat bagi abdi dalam, Satrio mengaku pihaknya baru melakukan pendataan. Gelar dan pangkat tersebut akan dianugerahkan  kepada abdi dalem, tokoh atau siapapun yang sesuai dengan kriteria.

"Sampai saat ini kita masih melakukan pendataan. Kalau ada tokoh, artis atau siapapun yang sesuai kriteria akan kita berikan," pungkasnya. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP