Detik-detik kejatuhan Orde Baru 21 Mei 1998
Merdeka.com - "Saya memutuskan untuk menyatakan berhenti dari jabatan saya sebagai Presiden Republik Indonesia, terhitung sejak saya bacakan pernyataan ini pada hari ini, kamis 21 Mei 1998."
"Pernyataan saya berhenti dari jabatan sebagai Presiden Republik Indonesia, saya sampaikan di hadapan Saudara-saudara pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang juga adalah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat."
Pernyataan Soeharto pada 21 Mei 1998 tersebut menjadi tonggak bersejarah beralihnya rezim Orde Baru dan dimulainya orde reformasi dalam sejarah pemerintahan Indonesia. Soeharto menyatakan mundur sebagai presiden setelah didera berbagai persoalan pelik.
Soeharto mundur, wakil presiden saat itu BJ Habibie lalu melanjutkan sisa waktu sebelum kemudian digantikan oleh Abdurrahman Wahid pada tahun 1999. Soeharto telah menjadi presiden berkuasa selama 32 tahun di Indonesia.

Pengunduran diri Soeharto 21 Mei 1998 ©2016 Merdeka.com
Namun sudah barang tentu, mundurnya Soeharto tidak jatuh begitu saja dari langit. Krisis politik dan ekonomi dalam 6 sampai 12 bulan sebelumnya menjadi pemicu kejatuhan The Smiling General itu. Ada banyak rentetan peristiwa yang menjadi saat-saat kritis bagi bangsa Indonesia sebelum akhirnya Soeharto lengser keprabon.
Ada banyak fakta yang belum banyak diketahui saat detik-detik terakhir hingga akhirnya Soeharto menyatakan 'menyerah' atas demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh para aktivis mahasiswa saat itu.
Dua hari sebelum mengundurkan diri, Soeharto tampak murung. Kegundahan dan kegelisahan tidak bisa disembunyikan dari raut wajahnya yang keriput dimakan usia. Namun pilihan mundur tetap harus diambil.
Soeharto sempat mengumpulkan 10 tokoh di Cendana membahas kelanjutan nasib pemerintahan yang saat itu dilanda berbagai krisis. Gelombang demo mahasiswa juga terus menuntut Soeharto untuk lengser.
Detik-detik lengsernya Soeharto juga membuat hubungannya dengan Wakil Presiden BJ Habibie retak. Soeharto meragukan kemampuan Habibie yang bakal didapuk menjadi penggantinya. Tahu diragukan kemampuannya, Habibie pun meradang bahkan sempat mengumpat "Bapak kurang ajar".
Pernyataan Habibie itulah yang diduga membuat keduanya tidak pernah saling bertemu hingga Soeharto wafat. Niat baik Habibie menjenguk Soeharto di RS Pusat Pertamina juga kandas karena ditolak.
Hari ini merdeka.com akan menerbitkan tulisan-tulisan seputar detik-detik jelang Soeharto lengser. Ada gelisah, gundah hingga perseteruan dalam peristiwa bersejarah itu. Selamat membaca. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya