Deretan Mobil Mewah Gembong Narkoba Kelas Kakap di Sumsel Disita Polisi, Termasuk Truk

Petugas juga menyita sepeda motor Kawasaki Ninja R, Yamaha Nmax, sejumlah kartu ATM, dan beberapa unit ponsel berbagai merek.

Budi Yansah
Oleh Budi Yansah - Reporter
Deretan Mobil Mewah Gembong Narkoba Kelas Kakap di Sumsel Disita Polisi, Termasuk Truk
Deretan Mobil Mewah Gembong Narkoba Kelas Kakap di Sumsel Disita Polisi, Termasuk Truk (Merdeka.com)

Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Selatan menyita delapan unit mobil mewah milik gembong narkoba asal Musi Banyuasin, MT alias Toni Blerr. Penyitaan dalam rangka pengungkapan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Ke delapan mobil milik tersangka adalah Toyota Kijang Innova Reborn Venture, Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Hilux Double Cabin, Honda Brio RS, Honda CRV, dan truk towing Mitsubishi Canter. Petugas juga menyita sepeda motor Kawasaki Ninja R, Yamaha Nmax, sejumlah kartu ATM, dan beberapa unit ponsel berbagai merek.

"Kita sita barang-barang milik tersangka terkait dugaan TPPU," ungkap Kabid Berantas BNN Sumsel Kombes Pol Lilik Tribhawono, Jumat (28/2).

Lilik menjelaskan, tersangka diamankan beserta dua anak buahnya, ZP dan SK, dengan barang bukti 15 kilogram sabu. Tersangka MT alias Toni Blerr merupakan bandar narkoba kelas kakap di wilayah Musi Banyuasin.

"Tersangka adalah gembong narkoba," kata Lilik.

Pengungkapan kasus ini bermula saat petugas menangkan kurir ZP yang membawa barang bukti ke Musi Banyuasin menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox. Petugas lantas mengelabui tersangka MT dan berhasil menangkapnya saat menunggu pesanan bersama tersangka SK.

"Sabu itu milik tersangka MT yang dia pesan untuk diedarkan di wilayah Musi Banyuasin," kata Lilik.

Tersangka diketahui sudah lama menjadi bandar narkoba dan memasok dari Malaysia melalui Pekanbaru, Riau. Petugas masih memburu satu jaringan MT, inisial CN.Dalam menjalankan bisnisnya, tersangka memutar hasil keuntungan dengan membeli banyak mobil. Karena itulah, penyidik melakukan penyitaan karena diduga TPPU.

"Barang-barang yang disita diduga hasil bisnis narkoba selama ini," kata Lilik.

Rekomendasi