Deretan Legenda Penembak Jitu Dunia, Salah Satunya Sniper TNI

Senin, 20 Mei 2019 05:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Deretan Legenda Penembak Jitu Dunia, Salah Satunya Sniper TNI Ilustrasi Sniper TNI. ©shutterstock.com

Merdeka.com - Cara kerjanya senyap, namun mematikan. Itulah kerja para penembak jitu atau sniper. Di belahan dunia banyak nama-nama legenda penembak jitu. Salah satunya dari TNI.

Biasanya sniper beroperasi sendiri atau tim. Penembak jitu ini membidik musuh dari jarak jauh tanpa diketahui lokasinya. Itulah tugas berat sniper.

Berikut ini deretan legenda nama-nama sniper yang terkenal di dunia. Dari nama-nama legenda itu berasal dari anggota TNI, berikut daftarnya:

1 dari 5 halaman

Rob Furlong

Mantan penembak jitu militer Kanada ini memegang rekor sebagai penembak jitu yang mampu melakukan tembakan dari jarak paling jauh, sekitar 2,5 kilometer.

Saat itu Furlong bergabung di Angkatan Darat Kanada dan bertugas di Batalion ke-3, Infanteri Cahaya Kanada Putri Patricia.

Rob Furlong pernah berkecimpung dalam perang di Afganistan dan Operasi Anaconda pada 2002. Kehebatan tembakan Furlong terbukti dalam Operasi Anaconda.

Pada Maret 2002, Furlong berpartisipasi dalam Operasi Anaconda di Lembah Shah-i-Kot Afghanistan. Saat itu Furlong memiliki tim sniper, mereka adalah MCpl. Tim McMeekin, MCpl. Arron Perry, dan Kopral Dennis Eason.

Keahlian menembak Furlong terlihat saat membidik lawan dari kejauhan 2.430 m. Meskipun tembakan pertama dan kedua meleset, tembakan ketiga tepat di tubuh lawan. Tembakan ketiga sekaligus membunuh lawan.

2 dari 5 halaman

Craig Harrison

Harrison menjadi sniper terjitu kedua setelah Furlong. Ia mampu membidik dan menembak target lawan sejauh 2,475 meter. Tentara Inggris ini terkenal karena dinas militernya di Afghanistan sebagai penembak jitu, dan tentara Inggris yang bertugas di Irak dan Balkan.

Keahliannya terbukti dalam perang di Afghanistan melawan Taliban. Pada November 2009, Harrison menyerang dua senapan mesin Taliban di selatan Musa Qala, Provinsi Helmand, Afghanistan pada jarak 2.475 meter. Serangan itu menggunakan senjata L115A3 Long Range Rifle.

Harrison melakukan sembilan tembakan dan melakukan pengintaian untuk mencari target. Horrison bisa menembak dengan tepat jika kondisi lingkungannya sempurna, tidak ada angin, cuaca bagus dan jarak pandang yang jelas.

3 dari 5 halaman

Tatang Koswara

Salah satu anggota TNI, Pembantu Letnan Satu (Peltu) Inf Tatang Koswara menjadi sniper terbaik ke-13 di dunia. Tatang berhasil melumpuhkan 49 lawan dengan 50 butir peluru saat perang melawan Fretelin dalam operasi di Timor Timur 1977-1978.

Saat itu, Tatang sengaja menyisakan 1 butir. Bila tertangkap, Tatang memastikan akan menembak dirinya sendiri dibanding jatuh di tangan lawan.

Salah satu senjata andalan Tatang adalah senapan Winchester model 70 yang digunakannya saat bertempur di Timor Leste 39 tahun silam.

Keahlian Tatang mulai diasah dalam pelatihan dari Kapten Conway selama 2 tahun. Di sana mereka dilatih untuk menembak jitu dari jarak 300, 600, dan 900 meter. Tak hanya Tatang, pelatihan ini juga dilakukan oleh anggota TNI AD lain.

4 dari 5 halaman

Chris Kyle

Chris Kyle dikenal sebagai anggota Navy SEAL dari Angkatan Laut Amerika Serikat dan sniper. Chris ikut dalam Perang Irak dan berjasa dalam pertempuran.

Dalam bukunya, American Sniper, Kyle menceritakan pernah melakukan menembak dan membunuh sniper pemberontak yang sedang membidik anggota militer AS. Kejadian itu terjadi pada 2008 di luar Sadr City, Irak. Chris berhasil menembak pemberontak dari jarak 1.920 meter.

Selama latihan menembak, Chris memiliki empat senjata berbeda. Alasannya, untuk mengetahui senjata apa yang paling berguna dalam situasi tertentu. Namun untuk di lapangan, ia menggunakan senapan sniper semi-otomatis 7,62 NATO Mk 11, 5.56 NATO Mk 12 Designs Marksman Rifle yang sudah dimodifikasi.

Kemudian 300 Winchester Magnum Accuracy International dan senapan 0,338 Lapua Magnum yang digunakan untuk penembakan jarak jauh.

5 dari 5 halaman

Vasily Zaytsev

Vasily menjadi penembak jitu Soviet (Rusia) yang pernah bertempur di Pertempuran Stalingrad. Keahlian menembaknya terbukti. Ia membunuh 242 orang, termasuk 11 penembak jitu.

Keahlian menembaknya terbukti dalam Perang Dunia II antara Uni Soviet. Vasily saat itu berada di garis depan. Salah satu pertempuran Vasily yang paling diingat adalah saat bertemu dengan sniper dari Jerman, Major Konig.

Butuh waktu tiga hari mereka saling memburu. Akhirnya pertempuran dua sniper andalan ini dimenangkan oleh Vasily.

Vasily bertugas di Angkatan Laut Soviet sebagai juru tulis di Vladivostok. Dia adalah seorang perwira kecil di Angkatan Laut dan ditugaskan pangkat perwira senior saat dipindahkan ke tentara.

Vasily ditugaskan ke Resimen Senapan ke-1047 dari Divisi Senapan "Tomsk" ke-284, yang menjadi bagian dari Pasukan ke-62 di Stalingrad pada tanggal 17 September 1942. [has]

Baca juga:
Melihat Bengkel Perbaikan Senjata Tentara Libya
Tak Hanya TNI, Ini Penyebab Senjata Buatan Indonesia Dibeli Banyak Negara
Zulkifli Dapat Warisan Torpedo Peninggalan Perang Dunia dari Orang Tua
Penarikan Senjata Api di Selandia Baru Diprediksi Habiskan Biaya Rp 2,8 Triliun
Teror Penembakan Masjid, Selandia Baru Revisi UU Kepemilikan Senjata

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini