Dari pemahaman agama keliru sampai dendam jadi motif orang berbuat teror

Sabtu, 26 Mei 2018 10:32 Reporter : Merdeka.com
Dari pemahaman agama keliru sampai dendam jadi motif orang berbuat teror bom surabaya. ©2018 AFP PHOTO/JUNI KRISWANTO

Merdeka.com - Direktur Pencegahan Terorisme BNPT Brigen Pol Hamli mengatakan alasan terbesar orang melakukan teror karena pemahaman keagamaan yang keliru. Kedua, katanya, adalah solidaritas komunal.

"Dengan pemahaman agama mereka ini yang keliru, lalu ditambah penyebab kedua dengan persentase 20 persen adalah solidaritas komunal. Jadi kalau ada konflik mereka akan ke sana atas nama persaudaraan," kata Hamli dalam sebuah diskusi soal terorisme di Jakarta Pusat, Jumat (25/5).

Hamli melanjutkan, alasan ketiga penyebab seorang menjadi pelaku teror adalah mental. Dia menjelaskan, mereka jadi ingin coba-coba dengan karena beberapa pemicu seperti melihat tayangan berita yang berlebihan.

"Karenanya kami sudah ke konsultasi dengan Dewan Pers, agar breaking news jangan terlalu lama, bisa menjadi yang tidak ikut jadi ingin ikut-ikut," tuturnya.

Penyebab selanjutnya, adalah dendam. Hal ini berlaku pada anak dari Amrozi, terpidana mati Bom Bali I, Zulia Mahendra.

"Jadi anaknya itu selalu bertanya kepada pamannya bagaimana cara membuat bom. Saat ditanya untuk apa, sang anak bilang untuk ngebom yang ngebunuh bapak saya. Padahal kan bapaknya dihukum mati dalam pengadilan. Dengan begitu dia dendam," ujar Hamli.

Menurut Hamli, penyebab kesenjangan dan ketidakadilan global juga menjadi satu dari sekian alasan seorang menjadi pelaku teror.

Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. BNPT
  2. Terorisme
  3. Teror Bom
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini