Dandim Kendari Ditahan 14 Hari Setelah Istri Komentar Nyinyir Penusukan Wiranto

Jumat, 11 Oktober 2019 19:18 Reporter : Muhammad Hasits, Fellyanda Suci Agiesta
Dandim Kendari Ditahan 14 Hari Setelah Istri Komentar Nyinyir Penusukan Wiranto Kolonel Kav. Hendi Suhendi. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Seorang istri prajurit TNI berkomentar nyinyir di media sosial terkait peristiwa penusukan Menko Polhukam Wiranto. Komentar di media sosial itu kemudian viral.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa langsung mengambil langkah tegas. "Pertama kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ," kata Andika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (11/10).

Diketahui IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung.

1 dari 4 halaman

Diarahkan ke Peradilan Umum

Dua istri prajurit TNI yang dianggap nyinyir terhadap penusukan Menko Polhukam Wiranto melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Keduanya akan diadili di Peradilan Umum.

Diketahui IPDN merupakan istri dari Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS. Sedangkan LZ istri dari Sersan Dua inisial Z yang bertugas di Detasemen Kavaleri Berkuda Bandung.

2 dari 4 halaman

Jabatan Sang Suami Dicopot

Sementara untuk posisi sang suami, Kolonel HS dan Sersan Dua Z dianggap telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu Hukum Disiplin Militer. Keduanya dicopot.

"Konsekuensinya Kolonel HS sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari. Penahanan ringan selama 14 hari," kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa.

3 dari 4 halaman

Hukuman Disiplin Militer

Sementara Sersan Z, istri dari LZ akan dikenakan sanksi disiplin militer. Kasus ini langsung mendapat perhatian petinggi TNI AD.

"Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer," kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa.

Andika mengaku sudah menandatangani proses serah terima atau pelepasan administrasi. Menurutnya, besok akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

4 dari 4 halaman

Baru Menjabat dalam Hitungan Bulan

Komandan Kodim Kendari, Kolonel HS diketahui baru menjabat pertengahan Agustus. Saat itu Kolonel HS menjabat Dandim menggantikan Letkol Cpn KRT Fajar Lutvi Haris Wijaya.

Sebelum menjabat Dandim Kendari, Kolonel Kav Hendi Suhendi menjabat Atase Pertahanan RI di KBRI Moskow, Rusia.

Setelah terjadi kasus komentar nyinyir, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andika Perkasa langsung mencopotnya. "Konsekuensinya Kolonel HS sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya," kata Andika. [dan]

Baca juga:
Istri Ikut Nyinyiri Penusukan Wiranto, Anggota TNI AU Dicopot dan Ditahan
Sertijab Dandim Kendari Digelar Besok, Dipimpin Pangdam Hasanuddin
Dicopot Gara-gara Istri Nyinyir Soal Wiranto, Dandim Kendari Baru 2 Bulan Menjabat
Istri Komentar Nyinyir Penusukan Wiranto, Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan
Diduga Sebar Hoaks Kasus Wiranto, Akun @hanumrais, @JRX_SID dan Jonru Dipolisikan
Ini Momen-Momen Wiranto Diserang dan Ditusuk dari Jarak Dekat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini