Cerita Pilu Nenek Fatimah, Penjual Peyek dari Sawangan ke Pasar Lama Depok Kena Tipu Rp500 Ribu

Nenek paruh baya itu menjadi korban penipuan saat berjualan peyek dan keripik di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Kamis (5/6).

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Cerita Pilu Nenek Fatimah, Penjual Peyek dari Sawangan ke Pasar Lama Depok Kena Tipu Rp500 Ribu
Cerita Pilu Nenek Fatimah, Penjual Peyek dari Sawangan ke Pasar Lama Depok Kena Tipu Rp500 Ribu (Merdeka.com)

Cerita pilu datang dari Emak Fatimah, warga Kampung Kebon Kopi RT 02/RW 07 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok. Nenek paruh baya itu menjadi korban penipuan saat berjualan peyek dan keripik di kawasan Pasar Lama, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Kamis (5/6).

Kronologi penipuan itu berawal saat Emak Fatimah baru saja datang dan keliling di sekitar area pasar. Kemudian datang seseorang wanita memakan baju panjang, kerudung merah marun dan berkacamata serta menggunakan masker. Wanita bertubuh kurus tinggi itu menghampiri Emak Fatimah dan berpura-pura membeli seluruh dagangannya.

Emak Fatimah pun merasa senang karena akhirnya ada yang membeli dagangannya. Wanita tersebut adalah pembeli pertama Emak Fatimah hari itu.

"Mak keliling tidak ada orang satu beli satu bungkus. Terus ada orang datang lagi nanya, Mak itu keripik pisang berapa duit sebungkusnya? Boleh Mak saya borong? Boleh, jawab emak begitu,” kata Emak Fatimah menceritakan kronologi kejadian dialaminya, Jumat (6/6).

Modus Pelaku

Wanita itu kemudian memintanya mencari plastik besar. Karena tidak punya, Emak Fatimah mencari plastik berukuran besar. Wanita itu kemudian mengajak Emak Fatimah ke tempat yang sepi. Karena tidak merasa curiga, Emak Fatimah pun mengikuti saja.

“Sana deh mak saya bungkusin saya minta diplastikin yang gede. Dia begini, mak sana yuk tempat sepi, iya ayo dah neng. Motor saya di situ, iya dah neng begitu. Entar saya sudah muatin ke plastik tuh keripik pisang sama keripik singkong peyek,” ujar dia.

Wanita itu terus mengajak mengobrol sehingga tidak ada kecurigaan apapun yang dirasa Emak Fatimah. Kemudian wanita itu membawa seluruh dagangan Emak Fatimah dan memintanya menunggu di tempat tersebut. Namun sudah lama menunggu, wanita itu tidak kunjung kembali. Disitulah Emak Fatimah baru sadar dirinya terkena tipu.

“Saya bawa dulu ya mak, iya dah neng bawa. Tunggu ya mak di sini. Tunggu makin lama makin lama, emak juga rasanya udah pegel udah pengen minum, rasanya udah anu banget gitu. Ya udah terus begitu nggak balik lagi lah, nggak nganterin duit sama emak,” cerita Emak Fatimah.

Pelaku Sempat Dicari Emak Fatimah

Emak Fatimah sempat berkeliling pasar dan menanyakan kepada orang-orang apakah melihat wanita dengan ciri yang dimaksud. Namun orang sekitar pasar tidak ada yang tahu ciri wanita yang menipu dirinya.

“Emak keliling dah tuh nyari orang, minta dianterin kemana itu orang perginya, karena baru laku satu gitu,” kata dia.

Faitmah pun menangis histeris di pasar karena merasa sudah tertipu banyak. Beruntung ada orang yang menolongnya. Fatimah diberi uang oleh orang tersebut untuk ongkos pulang.

“Ada yang nolongin tuh emak nangis. Kata itu orang pasar begini, ya mak ntar juga dapet lagi rezeki. Emak pulang dah tuh, dibagi sama orang tuh (uang) Rp 50ribu,” ujar Emak Fatimah.

25 Tahun Berjualan

Emak Fatimah sudah 25 tahun berjualan di Pasar Lama. Biasanya dia jualan di dekat musala.

“Emak dagang di Lio, Pasar Lama, dekat Musala gitu, dekat TK di situ emak dagang. Emak duduk di situ, banyak tukang sayuran di pasar. Emak jualan udah 25 tahun di situ dagang, yang orang apa juga pada kenal sama emak di situ,” kata dia.

Hasil Dagang Buat Beli Ketupat

Fatimah menceritakan, semula niatnya uang hasil jualan akan dibelanjakan sayuran dan ketupat untuk merayakan Iduladha. Namun nahas baginya, hari itu dia justru kena tipu. Fatimah mulanya sudah dilarang oleh anaknya untuk jualan, namun dirinya bersikukuh berjualan.

“Hati emak mah nih kalau udah laku mah emak bakal beli ketupat, emak mesen sama anak, ini emak mau dagang besok. Kata anak begini, jangan dagang ngapa mak. Mak pengen makan ketupat neng besok kali-kali dapet daging begitu boleh warga begitu. Kali kali dapet daging, emak pengen makan ketupat sama semur. Cuma emak ngomong begitu,” pungkasnya.

Rekomendasi