Cerita Orang Tua Antre Daftar Sekolah Swasta Gratis, Loket Belum Buka Tapi Nomor Antrean Sudah Ratusan
Indra Gunawan, salah satu orang tua siswa, mengaku sudah tiba 30 menit sebelum pendaftaran dibuka. Indra kaget keika mengetahui nomor antrean di atas 100.
Ratusan orang tua murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP) berbondong-bondong datang ke lantai 10 Gedung Balek II di Balai Kota Depok.
Walaupun pendaftaran baru dibuka pukul 08.00 WIB, namun orang tua siswa sudah berdatangan sejak pukul 06.00 WIB.
Indra Gunawan, salah satu orang tua siswa, mengaku sudah tiba 30 menit sebelum pendaftaran dibuka. Indra kaget keika mengetahui nomor antrean di atas 100.
“Tadi sih datang dari pagi sih, dari pagi itu sudah antre memang. Saya sih sekitar jam setengah delapan lah. Jadi nomor itu ya sudah ratusan, berarti kan ada yang lebih pagi lagi kan dari saya, ya sudah ikutin aja sampai sekarang nunggu antrean,” katanya, Rabu (2/7).
Dia mengetahui program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) dari keluarga dan teman. Namun dia berfikir program RSSG baru diberlakukan tahun depan. Beruntung dia mendapat penjelasan dari keluarga dan kerabat sehingga langsung mendaftarkan anaknya ke SMP IT Bina Adzkia di Serua, Kecamatan Bojongsari, Depok.
“Sebenarnya sih yang dapat informasi istri dari tetangga ada yang ngasih tahu bahwa di Depok itu katanya ada pembukaan buat apa sih namanya sekolah gratis swasta ya katanya yang dikukuhkan buat tahun-tahun sekarang ini katanya si gitu. Tadinya kan waktu saya dengar berita, saya pikir sih belum berjalan, jalannya tahun depan kan saya pikir, ternyata udah dibuka duluan di Depok sekarang ini. Ya kalau itu sih dicoba aja bagus saya bilang kayak gitu. Jadi ya coba langsung saya kesini sama istri langsung dicoba daftar,” ujarnya.
Sebelum mencoba mendaftar di RSSG, dia sudah mendaftarkan anaknya di SMP negeri melalui jalur zonasi. Sayangnya anaknya tidak diterima di sekolah yang diinginkan. Padahal jarak rumah dengan sekolah yang dituju tidak jauh.
“Karena saya pikir di SMP Negeri pun apa ya prosedurnya itu masih terlalu dipersulit masih agak dipersulit, belum ada keterbukaan gitu antara zonasi, nilai sama ini, dia enggak secara transparansi terbuka, jadi kita nggak bisa lihat gitu. Saya aja zonasi yang deket bisa gagal gitu, karena ya enggak ngerti juga, kita juga kan,” keluhnya.
Dirinya mengaku terbantu dengan adanya program RSSG ini. Sehingga anaknya bisa sekolah tanpa biaya di sekolah swasta yang dituju.
“Alhamdulillah terbantu banget karena banyak juga yang mendaftar kan semua. Karena ya melihat mungkin kebingungan juga, karena masih kecil kan, apa maksudnya apa ya anggaran buat ibaratnya buat seperti negeri itu masih kecil, tapi yang seperti ini ya bagusnya lebih diperluas lagi lah buat swastanya,” ucapnya.