Cerita Korban Kecelakaan Cipularang, Mobil Terseret 50 Meter Hingga Pindah Jalur
Merdeka.com - Sebanyak 21 kendaraan terdiri dari mobil dan dump truk terlibat kecelakaan beruntun di kilometer 91.400 Tol Cipularang, atau wilayah Sukatani, Purwakarta. Peristiwa ini menyebabkan delapan meninggal dunia dan sejumlah orang luka-luka.
Beberapa mobil sudah dievakuasi. Namun masih tersisa satu unit mobil Fortuner yang terlibat kecelakaan terperosok ke semak belukar di sekitar jalur berlawanan Jakarta-Bandung.
Mobil bernomor polisi A 1355 ZZ tersebut diketahui milik Suherman (53) warga Kawidaran, Desa Cibadak, Kabupaten Tanggerang. Salah satu korban selamat dalam tabrakan beruntun tersebut.
Suherman bercerita saat ditemui di Rumah Sakit MH Thamrin. Ia mengatakan mobilnya bisa masuk ke semak belukar dan berada di jalur berlawanan karena saat kejadian setelah tertabrak dari belakang kemudian terhempas ke jalur lawan arah setelah menabrak pembatas.
"Lagi antre, tiba - tiba ada yang nabrak dan oleng ke jalur arah Bandung," ujarnya, di RS Thamrin Purwakarta, Selasa (3/9).

Setelah terseret lebih dari 50 meter, dirinya sudah tidak sadar dan tiba - tiba saja sudah berada di semak belukar yang cukup jauh dari jalan tol.
Saat kejadian Suherman dan keluarganya dalam perjalanan pulang ke Tangerang usai berkunjung dari Tasikmalaya.
"Yang luka ibu saya, tangannya patah beruntung yang lain masih selamat, saya bersyukur masih diberikan keselamatan," ungkapnya.
Suherman juga mengaku trauma jika mengingat kejadian yang dialami.
"Masih terbayang mas," ucapnya.
Terpisah, Endang, saksi mata sekaligus salah seorang pekerja proyek di areal Tol Cipularang, menyebutkan jika mobil jenis Fortuner tersebut sempat menyeberang.
"Beruntung waktu itu jalur arah ke Bandungnya sepi," ujar Endang.
Kondisi mobil milik Suherman, tampak mengalami kerusakan parah. Bagian depan kap terbuka dan mesin hancur, bahkan sasis kendaraan berwarna putih itu di bagian sebelah kiri sudah tidak terbentuk, di dalam kendaraan terlihat airbag mengembang. Mobil tersebut masih belum terevakuasi karena berada masuk ke dalam semak belukar.
"Memang agak sulit, kita siapkan crane untuk mengangkatnya," ujar Dahlan, salah satu petugas derek Jasa Marga.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya