Cerita Kedekatan Megawati dengan Istri Bekas Menteri Kabinet Gotong Royong

Cerita Kedekatan Megawati dengan Istri Bekas Menteri Kabinet Gotong Royong. Dia dan para istri menteri itu kemudian membuat sebuah perkumpulan arisan yang dinamakan Paguyuban Nusantara. Jadi, katanya, sudah sekitar 15 tahun berlalu, mereka tetap rutin bertemu dua bulan sekali.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Cerita Kedekatan Megawati dengan Istri Bekas Menteri Kabinet Gotong Royong
Jokowi hadiri HUT Megawati. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Hadirnya buku The Brave Lady, ternyata membuat Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri. Adapun, peluncuran buku itu sebagai hadiah untuknya yang berulang tahun ke-72.

Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menceritakan saat dulu menutup rapat terakhir Kabinet Gotong Royong. Para istri menteri ingin menemuinya.

Mega memberikan waktu bertemu. Lantas, para istri menteri itu menyatakan tidak ingin berpisah dari Mega, meskipun tak lagi menjabat presiden.

"Mereka menyuarakan suara hati bahwa jangan berpisah. Saya tanya memang mau ke mana? Ternyata maksudnya pisah berkumpul," kata Megawati di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (23/1).

Dia dan para istri menteri itu kemudian membuat sebuah perkumpulan arisan yang dinamakan Paguyuban Nusantara. Jadi, katanya, sudah sekitar 15 tahun berlalu, mereka tetap rutin bertemu dua bulan sekali.

Megawati mengaku kadang-kadang keluar juga gaya bossy-nya. Ketika arisan, para suami yang tak lain adalah menteri Kabinet Gotong Royong mengerumuninya.

"Saya bilang, rapat kabinet dimulai," cerita Megawati bercanda yang disambut tepuk tangan dan tawa hadirin.

Dalam kesempatan launching buku The Brave Lady itu, Megawati juga bercerita tentang menteri lainnya. Salah satunya mantan Menkum HAM Yusril Ihza Mahendra.

"Saya panggil Yusril ini dek. Saya bilang kamu ketua umum PBB, dek jangan bawa urusan partai ke saya. Saya urusan tata negara sama kamu," katanya.

Tidak hanya Yusril. Mantan Menkeu Boediono juga dijadikan sasaran Megawati. Dia bilang, banyak menteri-menteri mengadu kepadanya soal Boediono kala itu.

"Bu, Pak Boed susah banget. Ya memang saya bilang menteri harus pelit. Dalam rapat kabinet saya katakan tidak boleh ada menteri saya bilang republik tidak ada uang. Kan Pak Boed tertolong oleh saya," kata Megawati tersenyum sembari melirik Boediono yang duduk di samping Purnomo Yusgiantoro.

Selain Yusril dan Boediono, Megawati juga mengenang permintaannya kepada Menteri Pendidikan Malik Fajar kala itu. "Saya bilang kalau bisa IP (indeks prestasi) naikkan menjadi lima," ungkap Megawati.

Dalam acara itu turut hadir tiga mantan wakil presiden, Try Sutrisno, Hamzah Haz dan Boediono. Sejumlah menteri di Kabinet Gotong Royong juga hadir.

Antara lain Hatta Rajasa, Purnomo Yusgiantoro, Boediono, Rokhmin Dahuri, Faisal Tamin, Hasan Wirajuda, Yusril Ihza Mahendra, Kwik Kian Kian Gie, Malik Fajar dan lainnya. Hadir pula mantan Kapolri Dai Bachtiar.

Ada pula menteri Kabinet Indonesia Kerja seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Kepala BIN Budi Gunawan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Seskab Pramono Anung, serta Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi