Cerita Gus Ipul datangi makam yang diyakini makam Pangeran Diponegoro di Sumenep
Merdeka.com - Kompleks Pemakaman Raja-Raja Asta Tinggi sejak lama menjadi destinasi wisata yang diminati pelancong maupun peziarah saat mendatangi Sumenep, Madura. Begitu pula oleh Calon Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Selama dua hari di Sumenep, Gus Ipul berkunjung ke pemakaman yang konon dibangun sekitar tahun 1750 M itu Gus Ipul disambut oleh salah seorang juru kunci, Muhammad Raidi (56 tahun). Raidi mulai menceritakan ada sebuah makam yang dipercaya merupakan makam dari pahlawan nasional Raden Mas Ontowiryo alias Pangeran Diponegoro di Asta Tinggi. Tepatnya, di utara asta induk.
Dia menambahkan, di akhir Perang Jawa, Pangeran Diponegoro bersembunyi di Sumenep. Oleh Raja Sumenep kala itu, Sri Sultan Abdurrahman, Pangeran Diponegoro disembunyikan di Masjid Ladju, Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota Sumenep.
"Belanda memaksa Sri Sultan untuk menyerahkan Pangeran Diponegoro. Tahu Belanda, tidak hafal dengan wajah Diponegoro. Akhirnya, ditukarlah dengan salah seorang yang mirip dan diserahkan ke Belanda," katanya. Orang inilah yang kemudian, dibawa Belanda ke Ujung Pandang (Makassar).
Sementara Pangeran Diponegoro hingga meninggalnya menetap di Sumenep, dan dimakamkan di luar Komplek Asta Tinggi. Barulah pada 1984, Ketua Asta Tinggi kala itu, Rb Abd Rasyid bersama peneliti, menemukan sebuah makam yang diperkirakan makam dari Pangeran Diponegoro.
Mendengar cerita Raidi, mengaku baru kali pertama ini mendengar cerita makam Pangeran Diponegoro di Asta Tinggi, Sumenep. Gus Ipul juga ditunjukkan lokasi Makam Pangeran Diponegoro.
"Saya baru mendengar ini (makam Pangeran Diponegoro di Asta Tinggi), tapi yang saya pernah dengar memang Pangeran Diponegoro sempat bergerilya hingga Sumenep," tambahnya.
Di catatan sejarah lainnya, tanggal 28 Maret 1830, Belanda melalui Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam pada 8 Januari 1855.
Usai berziarah, Gus Ipul mengatakan Asta Tinggi merupakan salah satu destinasi wisata bersejarah yang diminati wisatawan nusantara (wisnu), dan sebagian wisatawan mancanegara. 'Saya dan Mbak Puti melalui program Seribu Desa Wisata (Seribu Dewi), berkomitmen mendorong munculnya desa wisata seperti di Asta Tinggi ini,' jelasnya.
Dalam program ini, Gus Ipul bakal menyediakan pelatihan kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan pendampingan. Sehingga tidak hanya menarik wisatawan lokal saja. Nantinya, juga akan mampu merealisasikan kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur hingga 1 juta kunjungan. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya