Cerita-cerita memalukan saat bendera merah putih berkibar terbalik

Rabu, 29 Juli 2015 06:17 Reporter : Hery H Winarno
Cerita-cerita memalukan saat bendera merah putih berkibar terbalik Bendera Indonesia terbalik. ©istimewa

Merdeka.com - Bendera Merah Putih merupakan pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara. Tak heran dalam setiap acara resmi kenegaraan selalu dilakukan pengibaran bendera.

Namun apa jadinya jika pengibaran bendera tersebut salah? Bendera merah putih yang dikerek ke tiang ternyata malah jadi putih merah sepertinya halnya bendera negara Polandia.

Tentu hal itu adalah kejadian memalukan apalagi jika dihadiri pejabat tinggi bahkan sekelas mantan presiden. Namun nyatanya kejadian memalukan tersebut pernah beberapa kali terjadi di Tanah Air.

Kasus teranyar terjadi di Manokwari Papua, Senin(27/7) lalu. Bendera putih merah (bukan merah putih) berkibar selama tujuh jam di halaman kantor Gedung DPRD Papua Barat di Manokwari.

Berikut beberapa kejadian memalukan saat bendera merah putih salah berkibar hingga jadi putih merah yang bikin geger:

1 dari 4 halaman

Salah kibarkan bendera, Paskibraka Dumai dijemur

Bendera Indonesia terbalik. ©istimewa

Pada November 2012 lalu, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kota Dumai dihukum dijemur dekat tiang bendera. Hal ini karena bendera merah putih yang mereka kibarkan di upacara HUT Korpri ke-41 terbalik.

Saat bendera dikerek dengan posisi terbalik, para peserta dan tamu undangan upacara peringatan HUT Korpri 41 tegang dan matanya tertuju pada bendera tersebut. Kondisi bendera yang seyogyanya merah di atas dan putih di bawah itu terbalik, merah di bawah dan putih di atas.

Melihat kondisi ini, upacara tetap dilangsungkan hingga selesai dan yang menjadi inspekturnya saat itu adalah Wakil Wali kota Dumai Agus Widayat.

Wakil Wali kota Dumai Agus Widayat ketika dikonfirmasi atas insiden itu mengatakan, itu musibah ringan dan mungkin anggota paskibraka ngantuk hingga akhirnya bendera merah putih terbalik ketika hendak dikibarkan. Namun demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan atas kesalahan yang dilakukan paskibraka tersebut.

Atas peristiwa yang tak diduga tersebut dan untuk mempertanggungjawabkan atas kesalahannya, Paskibraka tersebut mendapatkan hukuman dari pembinaan. Hukuman yang menimpa paskibraka itu sendiri dengan cara berdiri tegak dan memberikan hormat kepada sang saka merah putih.

2 dari 4 halaman

Bendera terbalik di kantor Lurah Kedonganan

Bendera Indonesia terbalik. ©istimewa

Awal tahun 2015 lalu dunia maya juga dibuat heboh dengan salah berkibarnya merah putih menjadi putih merah. Parahnya lagi kejadian memalukan itu terjadi di halaman kantor Lurah Kedonganan, Kamis.

Kebetulan kejadian ini diketahui oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Bali, I Gede Agus Astapa. Saat itu Agus mengaku saat itu hendak ke Denpasar dari arah Jimbaran. Tak sengaja di tengah perjalanannya, dia melihat bendera yang terpasang terbalik di tiang Kantor Lurah Kedonganan.

Melihat kejadian ini, Agus langsung memutar balik kendaraan dan turun dari atas mobil untuk segera memotretnya. Agus pun langsung mengabadikan momen dan memposting di akun Facebooknya.

"Saya lihat suasana kantornya sepi. Masih ada tenda terpasang di sana," ungkap Agus Astapa.

Sontak hal tersebut mendapatkan berbagai sambutan dari Netizen di Bali. Baik itu ucapan negatif hingga mengungkapkan tidak masuk akal.

3 dari 4 halaman

Dihadiri mantan presiden, acara supermentor salah pasang bendera

Bendera Indonesia terbalik. ©istimewa

Bendera Merah Putih juga pernah terpasang terbalik dalam program acara Supermentor ke VI yang digagas mantan Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal yang digelar Minggu, 17 Mei 2015 lalu.

Pemasangan Bendera Merah Putih yang terbalik itu pun merupakan tragedi yang sangat memalukan. Apalagi acara tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti mantan Presiden BJ Habibie, SBY, mantan Wapres Try Sutrisno, Presiden pertama Timor Leste Xanana Gusmao.

Selain dihadiri mantan presiden dan Wakil Presiden, acara itu juga dihadiri oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Ketua DPD RI, Irman Gusman.

Dino Patti Djalal mengaku terkejut saat mendengar berita penayangan gambar digital bendera Merah Putih yang terbalik sewaktu menyanyikan lagu kebangsaan dalam acara Supermentor itu. Dino sebagai penanggung jawab acara supermentor tersebut, meminta maaf kepada masyarakat.

"Hal tersebut adalah suatu kesalahan serius dan saya telah meminta tim Supermentor untuk melakukan penelusuran secara seksama bagaimana hal tersebut dapat terjadi," kata Dino saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2015).

Dia mengatakan, yang jelas, file yang diputar malam tersebut dipastikan bukan milik panitia Supermentor. "Karena Supermentor sudah memiliki file merah putih yang benar yang telah diputarkan pada acara-acara sebelumnya," kata dia.

Dalam penelusuran kami, diputarnya file yang salah tersebut murni kesalahan teknis yang tidak disengaja oleh seorang teknisi yang mengambil inisiatif sendiri tanpa berkoordinasi atau meminta izin kepada panitia Supermentor sebagaimana yang seharusnya. "Teknisi tersebut telah diberi teguran keras," kata Dino.

Walaupun gambar digital tersebut bukan milik Supermentor, dan penayangannya bukan atas instruksi atau sepengetahuan panitia, namun kesalahan itu terjadi dalam acara yang saya selenggarakan.

"Sebagai pemimpin acara malam itu, saya bertanggung jawab atas kekhilafan ini, bukan staf saya dan saya meminta maaf kepada publik. Saya telah menerapkan SOP agar kesalahan ini tidak terjadi lagi," kata Dino Patti Djalal.

4 dari 4 halaman

Bendera merah putih berkibar terbalik di Gedung DPRD Papua Barat

Ilustrasi bendera terbalik. ©istimewa

Bendera merah putih di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Papua Barat, selama tujuh jam berkibar terbalik sejak 06.00 sampai 13.00 WIT, Senin (27/7) kemarin. Sekretaris DPRD Provinsi Papua Barat, Yunus Kondororit mengatakan pengibaran bendera merah putih terbalik putih merah dilakukan oleh Satpam DPRD yang melaksanakan tugas piket malam hari.

"Pengibaran bendera merah putih terbalik putih merah itu bukan dilakukan oleh staf sekretariat DPRD Papua Barat tetapi dilakukan oleh petugas satpam," kata Yunus seperti dikutip dari Antara, Selasa (28/7).

Dia menjelaskan, pengibaran bendera merah putih terbalik putih merah tersebut bukan merupakan unsur kesengajaan tetapi murni kelalaian petugas satpam yang mungkin mengantuk karena piket jaga malam.

Setelah mengibarkan bendera, satpam yang bersangkutan langsung pulang dan tidak seorang pun staf DPRD Papua Barat melihat bendera itu terbalik sampai diberitahukan oleh masyarakat baru diketahui. Bendera merah putih berkibar dengan posisi putih di atas dan merah di bawah seperti bendera Polandia.

Dia menyampaikan, setelah ketahuan bendera terbalik langsung diturunkan dan diperbaiki oleh aparat kepolisian yang melaksanakan tugas pengamanan di Kantor DPRD Papua Barat.

"Saya selaku pimpinan staf DPRD Papua Barat sudah melaporkan pengibaran bendera merah putih terbalik putih merah itu kepada Kapolres setempat bahwa itu bukan unsur kesengajaan tetapi murni kelalaian," ujar Sekwan.

Dia menambahkan, apabila kepolisian mau melakukan penyelidikan terhadap kasus ini pihak sekretariat DPRD Papua Barat tidak menghalangi.

Kapolres Manokwari AKBP Johnny Eddizon Isir yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk memastikan apa ada unsur kesengajaan pengibaran bendera merah putih terbalik putih merah itu. [hhw]

Baca juga:
Miris, bendera Merah Putih dicoret-coret di Gunung Talang
Bendera merah putih berkibar terbalik di Gedung DPRD Papua Barat
Copot dan robek bendera Partai Aceh, Umar lantas tantang polisi
Aksi mencoreti Merah Putih dengan gambar Palu Arit hanya iseng?
Di Lamongan, bendera Merah Putih digambari lambang palu arit

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini